Minggu, Juli 21, 2024

Meningkatkan Kecakapan Prajurit TNI dalam Era Digital melalui Literasi Digital

Thejatim. Jakarta – Kemenkominfo dan TNI bekerja sama dalam mengadakan Kegiatan Literasi Digital Sektor Pemerintahan bagi Prajurit TNI pada tanggal 14 Juni 2023. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Hotel Santika Premiere ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, dan diikuti oleh sekitar 6.394 orang Perwira Tinggi dan Menengah TNI secara luring maupun daring.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkuat pemahaman literasi digital di kalangan TNI dan membentuk prajurit TNI yang lebih bijak dan cakap dalam dunia digital. Melalui literasi digital, diharapkan para prajurit TNI dapat menghadapi tantangan yang muncul dalam ruang digital dengan lebih baik.

Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center (KIC) pada tahun 2022 lalu menunjukkan bahwa kapasitas Literasi Digital masyarakat Indonesia dinilai sebesar 3.54 dari 5.00. Berdasarkan hal tersebut, tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori “sedang”. Kegiatan Literasi Digital kepada TNI merupakan salah satu upaya Kemenkominfo dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan pemerintahan daerah menuju Indonesia #MakinCakapDigital.

Pelaksana Tugas Menteri Komunikasi dan Informatika (Plt. Menkominfo), Moh. Mahfud MD dalam sambutannya mengatakan bahwa digitalisasi saat ini berdampak dengan munculnya berbagai jenis ancaman baru yang dapat mengganggu kedaulatan negara. Oleh karena itu, dampak ini perlu diwaspadai oleh TNI dalam melaksanakan pertahanan negara untuk mempertahankan kedaulatan, menjaga kesatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menjaga keselamatan bangsa dari berbagai ancaman dalam lingkup militer.

Selain itu, Menteri Mahfud MD juga mengingatkan bahwa pemerintah akan menghadapi tahun demokrasi sebentar lagi, oleh karena itu perlu adanya penekanan netralitas dalam prajurit TNI beserta Keluarga Besar TNI dalam Pemilu. TNI diharapkan dapat menjaga kondusifitas dalam proses pemilu dan memastikan bahwa pemilu aman bagi seluruh Rakyat Indonesia.

“TNI dan Polri diharapkan tetap pada posisi netral, terutama dalam merespons lalu lintas digital yang kemungkinan akan menimbulkan banyak provokasi yang menyasar masyarakat dengan tingkat literasi rendah. Melalui program literasi digital yang dijalankan hari ini, pemerintah berharap agar seluruh anggota TNI dapat lebih cakap, teliti, dan berhati-hati serta menggunakan logika dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya informasi mengenai pemilu, baik secara lisan maupun tulisan,” imbuh Mahfud.

Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono dalam sambutannya menghimbau agar anggota TNI wajib memberantas setiap konten negatif yang ditemui dengan cara memiliki kecakapan digital dalam memilah informasi demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap Literasi Digital mampu meningkatkan kecakapan prajurit dalam beraktivitas di ruang digital. Semoga setelah pelatihan ini tidak ada prajurit yang membocorkan rahasia negara, mudah percaya dengan hoaks, serta konten yg bertentangan dengan tugas TNI sebagai pemersatu bangsa. Perlu ditekankan pada jajaran semuanya, harus memilah mana konten yang bisa dibagikan atau tidak dan pikirkan dampaknya terhadap persatuan,” jelasnya.

Kegiatan Literasi Digital Sektor Pemerintahan kepada Prajurit TNI dilanjutkan dengan seminar literasi digital bagi Perwira Tinggi dan Menengah TNI yang membahas Empat Pilar Literasi Digital yaitu Kecakapan Digital yang dibawakan oleh Staf Pengajar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Pudy Prima. Dalam pemaparannya, Pudy menjelaskan mengenai penerapan kecakapan digital untuk mendukung kinerja TNI, dimana para prajurit setidaknya harus memiliki lima kemampuan dasar mengenai kecakapan digital.

“Lima kemampuan dasar yang perlu TNI asah dimulai dengan kemampuan ‘menyeleksi’ untuk memilah dan memilih mana informasi yang bermanfaat dan mana yang tidak. Kemudian ‘memahami’ apakah informasi yang diterima sesuai dengan tupoksi dan etika prajurit TNI. Kemudian, TNI juga perlu ‘menganalisis’ atau melihat dampak positif dan negatif dari informasi yang diterima.

Prajurit juga perlu ‘memverifikasi’ informasi yang diterima dengan berbagai sumber. Lalu, hal terakhir yang perlu dicermati adalah ‘berpartisipasi’ dimana prajurit TNI dapat bekerja sama di berbagai forum dan komunitas secara etis,” ungkap Pudy.

Materi kedua mengenai Keamanan Digital dibawakan oleh Pengajar dan Pengembang Teknologi Python, Andri Johandri. Dalam paparannya, Andri menjelaskan bahwa ruang digital tidak hanya diisi dengan hiburan atau pemenuhan kebutuhan, namun juga dipenuhi dengan berbagai risiko serta tantangan saat memanfaatkan ruang digital.

“Risiko digital bisa datang darimana saja, bahkan celah terjadinya penyalahgunaan bisa datang dari foto selfie bapak-ibu TNI sekalian. Yang perlu kita cermati, risiko dan tantangan yang ada di depan mata adalah bahaya ‘Deep Fake’. Dengan kejahatan ini, pihak-pihak tak bertanggung jawab bisa memanipulasi foto atau video seseorang. Oleh karena itu, prajurit TNI hendaknya lebih waspada terhadap penyebaran data pribadi,” jelasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan materi mengenai Etika Digital dibawakan oleh Pengembang Teknologi Pembelajaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Ibrahim Sidik serta materi mengenai Budaya Digital dibawakan oleh Pengembang Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Rusdi Kurniawan.

Kegiatan Literasi Digital Sektor Pemerintahan kepada Prajurit TNI dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan seminar kepada anggota TNI yang dimulai pada hari ini 14 Juni 2023 hingga 22 Juni 2023 dengan target sebanyak 40.000 prajurit tingkat pusat dan daerah, serta dilanjutkan dengan kegiatan literasi digital yang menyasar Keluarga Besar TNI.

Seluruh kegiatan ini merupakan salah satu upaya literasi digital di sektor pemerintahan dalam rangkaian kegiatan program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo). Program Indonesia Makin Cakap Digital bertujuan untuk memberikan literasi tentang teknologi digital kepada 50 juta masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Populer
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terkait
ADVERTISEMENT