Jumat, 30 Oktober 2026
Image Slider

Regenerasi FMNTT Surabaya, Tiga Mahasiswa NTT Dipercaya Lanjutkan Perjuangan Organisasi

TheJatim.com – Forum Mahasiswa Nusa Tenggara Timur (FMNTT) Surabaya menggelar Musyawarah Besar (Mubes) dan Masa Keakraban pada 18-20 September 2026 di Pondok Villa Pacet, Mojokerto. Kegiatan ini menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus memperkuat persaudaraan mahasiswa NTT yang sedang menempuh pendidikan di Surabaya.

“Dalam kepengurusan baru, Francisco Alegria Dacosta Xavier Senda dari Telkom University Surabaya, Yuman Arisman dari STAI Luqman Al Hakim Surabaya, dan Prudensia Anyelia Yuniati dari Universitas Airlangga dipercaya untuk mengemban amanah kepemimpinan,” demikian keterangan dalam siaran pers FMNTT Surabaya, yang diterima The Jatim, Senin (21/9/2026).

Ketiganya berasal dari perguruan tinggi berbeda. Namun, mereka dipertemukan oleh identitas yang sama sebagai mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur yang sedang merantau untuk menempuh pendidikan di Surabaya.

Baca Juga:  Deni Wicaksono Terima Lencana Emas, Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga Jatim

Musyawarah besar menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi mahasiswa. Selain menjadi ruang pergantian kepemimpinan, forum tersebut juga membuka kesempatan bagi anggota untuk meneruskan nilai-nilai organisasi sekaligus menyampaikan gagasan baru.

Regenerasi kepemimpinan juga menjadi upaya menjaga keberlanjutan organisasi. Tantangan yang dihadapi setiap generasi dapat berubah, sehingga kepengurusan baru diharapkan mampu membaca kebutuhan anggota tanpa meninggalkan nilai persaudaraan yang telah dibangun para pendahulu.

“Regenerasi ini menjadi momentum untuk meneruskan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh para pendahulu sekaligus memberikan ruang bagi munculnya gagasan dan semangat baru,” demikian disampaikan dalam siaran pers tersebut.

Bagi mahasiswa yang tinggal jauh dari kampung halaman, organisasi kedaerahan dapat menjadi ruang untuk membangun hubungan sosial dan saling mendukung selama menjalani kehidupan akademik. Di tengah kesibukan kuliah dan penyesuaian hidup di tanah rantau, ikatan persaudaraan menjadi salah satu hal yang terus dijaga.

Baca Juga:  Aktualisasi Konser Paduan Suara Dalam Bingkai "Flashmob" Transformasi Kekinian

“Tanah rantau mengajarkan bahwa perjuangan tidak selalu dilakukan seorang diri,” demikian pesan yang disampaikan dalam narasi kegiatan FMNTT Surabaya.

Organisasi mahasiswa tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang belajar untuk membangun kepemimpinan, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama anggota. Melalui kegiatan musyawarah besar dan masa keakraban, mahasiswa memiliki kesempatan mempererat hubungan sekaligus membangun semangat kebersamaan.

Kehadiran kepengurusan baru diharapkan dapat menjaga FMNTT Surabaya tetap menjadi ruang bagi mahasiswa NTT untuk saling mengenal, bertukar pikiran, dan mengembangkan diri selama menempuh pendidikan di Surabaya.

Baca Juga:  Efisiensi Anggaran RAPBD 2026, Proyek Jalan dan RS Ditunda

“Dengan kepengurusan baru tersebut, FMNTT Surabaya diharapkan terus menjadi rumah bagi mahasiswa NTT yang sedang menempuh pendidikan di Surabaya,” demikian isi siaran pers.

Pergantian kepemimpinan menjadi bagian dari perjalanan organisasi yang terus bergerak mengikuti perkembangan generasi. Amanah yang diberikan kepada Vasco Dacosta, Yuman, dan Yuni sekaligus menjadi tanggung jawab untuk menjaga hubungan antarmahasiswa serta melanjutkan berbagai nilai yang telah diwariskan.

“Karena setiap kepemimpinan memiliki batas waktu, tetapi nilai persaudaraan dan perjuangan harus diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya,” pungkas pernyataan dalam siaran pers FMNTT Surabaya.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT