TheJatim.com – Setahun setelah tragedi yang menewaskan pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan dalam aksi demonstrasi di Jakarta, Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Jawa Timur menggelar doa bersama di Taman Makam Pahlawan (TMP) Joyoboyo, Kota Kediri, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 13.00 hingga 13.55 WIB itu diikuti sekitar 25 orang, termasuk Penasehat sekaligus Ketua DPD Garda Jatim Fikri Nurulhafid dan Ketua Garda Kediri Kurniadi. Doa bersama digelar untuk mengenang Affan Kurniawan yang meninggal dalam insiden aksi unjuk rasa di Jakarta pada 28 Agustus 2025.
“Pada momen yang penuh haru ini, kita semua hadir dengan satu tujuan mulia, yaitu untuk mendoakan almarhum Affan Kurniawan,” kata Kurniadi sebelum doa dimulai.
Affan Kurniawan merupakan pengemudi ojol berusia 21 tahun yang meninggal setelah tertabrak dan terlindas kendaraan taktis Brimob saat terjadi kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 28 Agustus 2025. Saat kejadian, Affan disebut sedang menjalankan aktivitasnya sebagai pengemudi ojol dan bukan bagian dari massa demonstrasi.
Peristiwa tersebut kemudian memicu gelombang solidaritas dari kalangan pengemudi ojol di sejumlah daerah. Jenazah Affan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada 29 Agustus 2025 dan diantar sejumlah rekan sesama pengemudi ojol.
Bagi Garda Kediri, peringatan satu tahun meninggalnya Affan tidak sekadar menjadi kegiatan mengenang seorang rekan. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk mendoakan keselamatan para pengemudi ojol yang setiap hari bekerja di jalan raya. “Doa kita hari ini bukan hanya untuk Alm. Affan, tetapi juga untuk seluruh rekan ojek online di mana pun berada,” ujar Kurniadi.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan kedatangan peserta sekitar pukul 13.00 WIB. Sekitar pukul 13.35 WIB, doa bersama dimulai setelah Kurniadi menyampaikan pesan kepada para peserta. Ia mengajak seluruh anggota Garda Kediri menundukkan kepala dan mengirimkan doa terbaik bagi Affan serta para pengemudi ojol lainnya.
“Beliau adalah simbol semangat dan dedikasi kita, dan jasanya tidak akan pernah terlupakan,” kata Kurniadi mengenang Affan.
Kurniadi juga mengingatkan bahwa pekerjaan pengemudi ojol memiliki risiko tinggi karena sebagian besar aktivitas dilakukan di jalan raya dengan situasi yang terus berubah. Karena itu, solidaritas antaranggota dinilai penting, termasuk melalui doa dan kepedulian terhadap sesama pengemudi.
“Kita doakan agar selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan keselamatan dalam menjalankan tugas,” ucap Kurniadi.
Kegiatan doa bersama di TMP Joyoboyo kemudian ditutup sekitar pukul 13.50 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar.
“Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan membimbing kita semua,” ujar Kurniadi.
Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa satu tahun berlalu tidak serta-merta menghapus ingatan para pengemudi ojol terhadap Affan Kurniawan. Di Kediri, kenangan itu diperingati dengan cara sederhana, yakni berkumpul, berdoa, dan berharap keselamatan bagi mereka yang masih setiap hari mencari nafkah di jalan.


