TheJatim.com – Solidaritas Pemuda–Mahasiswa Merah Putih (SPM-MP) Jawa Timur mendatangi Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jawa Timur pada Rabu (10/12/2025). Audiensi ini digelar setelah sejumlah persoalan di lingkungan kepabeanan kembali mencuat usai inspeksi mendadak Menteri Keuangan di Pelabuhan Tanjung Perak.
Koordinator SPM-MP Jatim, A. Sholeh, mengatakan kedatangan mereka bertujuan meminta penjelasan langsung atas berbagai temuan di lapangan. Ia menyebut sejumlah masalah yang dilaporkan publik tidak menunjukkan adanya langkah penanganan yang jelas dari Bea dan Cukai.
“Kami ingin melihat lebih jauh persoalan di tubuh bea dan cukai. Setelah sidak pak menteri, semakin banyak keluhan yang kami terima. Karena itu kami datang membawa berbagai masalah yang membutuhkan jawaban,” ujar Sholeh.
Namun, audiensi tidak dihadiri Kepala Kanwil Bea dan Cukai Jatim. SPM-MP hanya ditemui perwakilan dari bidang hukum. Kondisi ini membuat jawaban yang diterima dinilai terlalu umum dan tidak menyentuh akar masalah.
“Sudah satu minggu sebelumnya kami bersurat, tetapi kepala kanwil tidak menemui kami. Jawaban yang diberikan tim hukum sangat normatif. Komitmen untuk menertibkan impor-ekspor ilegal hingga rokok ilegal juga tidak terlihat. Anggaran besar yang mereka terima seharusnya diwujudkan dalam kerja nyata,” tegas Sholeh.
Dalam pertemuan itu, SPM-MP menilai Bea dan Cukai Jatim belum menunjukkan semangat menjalankan amanat negara sebagaimana diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2006. Sholeh menilai fungsi pengawasan dan penindakan belum berjalan sesuai kebutuhan lapangan.
“Kami menanyakan berbagai persoalan di Tanjung Perak dan Madura, tapi mereka tidak tahu. Tidak ada pengawasan dan penindakan yang jelas. Sikap seperti ini sangat permisif,” katanya.
Sholeh juga menilai tidak ada langkah tegas terhadap perusahaan pelayaran maupun pengelola cargo yang diduga memanipulasi dokumen. Termasuk persoalan produksi dan distribusi rokok ilegal yang merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah.
Ia menegaskan, jika dalam satu minggu tidak ada tindak lanjut dari Bea dan Cukai Jatim, pihaknya siap melakukan aksi lanjutan.
“Kalau mereka tetap diam, kami akan turun jalan. Kami akan mendesak agar kepala kanwil dievaluasi atau diganti dengan sosok yang punya komitmen kuat. Peran bea dan cukai sangat strategis, tinggal mereka mau bekerja atau tidak,” tutup Sholeh.


