TheJatim.com – Masa reses DPRD Kota Surabaya dimanfaatkan anggota dewan untuk turun langsung ke lapangan menyerap aspirasi warga. Salah satunya dilakukan anggota Komisi A DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin, yang menggelar jaring aspirasi masyarakat di RW 10, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran.
Kegiatan tersebut dihadiri warga dari RT 01 hingga RT 17, tokoh masyarakat, serta perwakilan lingkungan setempat, pada Senin (9/2/2026). Dalam forum dialog terbuka itu, warga menyampaikan sejumlah keluhan yang selama ini dirasakan namun belum sepenuhnya tertangani.
Keluhan utama warga berkaitan dengan pembangunan paving dan gorong-gorong. Sejumlah gang di wilayah tersebut masih kerap mengalami genangan dan banjir saat hujan deras. Selain itu, warga juga menyoroti minimnya penerangan jalan umum yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan lingkungan pada malam hari.
Tak hanya soal infrastruktur, persoalan ketenagakerjaan juga menjadi perhatian. Warga menilai pelatihan kerja bagi pemuda dan pencari kerja masih belum menyentuh kebutuhan masyarakat secara merata, terutama bagi generasi muda di kawasan padat penduduk.
Menanggapi hal tersebut, Muhammad Saifuddin menegaskan seluruh aspirasi warga akan diperjuangkan melalui jalur resmi perencanaan pembangunan. Ia memastikan usulan pembangunan fisik akan dimasukkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kota (Musrenbangkot) Surabaya yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026.
“Ini menyangkut kebutuhan dasar warga. Insyaallah akan kami masukkan dalam Musrenbangkot dan kami kawal secara maksimal agar bisa direalisasikan oleh Pemkot Surabaya,” ujar Saifuddin.
Politisi Muda Partai Demokrat itu menambahkan, perhatian terhadap pelatihan kerja harus menjadi prioritas pemerintah kota. Menurutnya, program pelatihan yang tepat sasaran mampu meningkatkan keterampilan sekaligus mengubah taraf hidup masyarakat.
“Pelatihan kerja itu penting, apalagi jika disertai modal awal dari Pemkot. Dari situ bisa lahir pengusaha-pengusaha baru dan roda perekonomian di kampung-kampung bisa bergerak,” jelasnya.
Saifuddin berharap aspirasi warga Sidotopo Wetan tidak hanya berhenti sebagai catatan reses, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami harap keluhan-keluhan warga ini tidak hanya berhenti disini saja. Pasti akan kami dorong Pemkot Surabaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya,” pungkasnya.


