Selasa, 28 April 2026
Image Slider

Ratusan Alumni PMII Berkumpul di Surabaya Serukan Satu Napas Pergerakan

TheJatim.com – Ratusan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari berbagai generasi berkumpul dalam acara halal bihalal bertajuk Sahabat Mengundang Sahabat II di Aula Yayasan Khadijah Surabaya, Minggu (26/4/2026) malam. Pertemuan yang digelar di tempat bersejarah kelahiran PMII itu menjadi momentum penting untuk menguatkan kembali semangat persatuan dan mengajak seluruh alumni kembali pada Khittah 1960.

Mengusung tema Sambung Roso, Sambung Doa; Kembali ke Akar, Menguatkan Langkah Pergerakan, acara berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan jauh dari kesan formal yang kaku. Para alumni lintas generasi yang kini tersebar di berbagai sektor strategis nasional hadir dalam satu ruang, mempertegas bahwa jejaring PMII masih tetap solid hingga hari ini.

Sejumlah tokoh penting tampak hadir, di antaranya ulama dan politisi senior RKH Mujahid Ansori, Ketua Yayasan Khadijah Drs Abdullah Sani, Prof Dr Suis Qoim Abdullah, Prof Dr Muhibbin Zuhri, Prof Rubaidi, Prof Abd Chaliq, anggota DPD RI AA Ahmad Nawardi, anggota DPR RI Dapil Madura Slamet Ariyadi, sejumlah anggota DPRD, hingga komisioner KPU.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Dorong Pemerintah Perjelas Kriteria Keluarga Miskin Substantif

Bagi para alumni, tempat berlangsungnya acara bukan sekadar lokasi pertemuan biasa. Aula Yayasan Khadijah Surabaya memiliki nilai historis kuat sebagai salah satu titik penting lahirnya PMII pada 17 April 1960. Karena itu, ajakan kembali ke akar perjuangan bukan hanya simbolik, tetapi menjadi refleksi atas arah gerakan kader dan alumni di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Acara diawali dengan tahlil yang dipersembahkan untuk para pendiri dan tokoh PMII yang telah wafat. Suasana menjadi khidmat ketika nama-nama para pendahulu dikenang sebagai fondasi perjuangan organisasi yang selama ini dikenal dengan semboyan “Tangan Terkepal dan Maju ke Muka”.

Setelah itu, para senior diberi kesempatan menyampaikan pandangan terkait perjalanan PMII dari masa ke masa. Diskusi mengalir ringan namun sarat makna, membahas posisi alumni dalam menjaga nilai-nilai organisasi sekaligus kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Bang Udin Tantang Mahasiswa Surabaya Bangun Perlawanan Sosial-Politik yang Jelas

Dalam forum tersebut, para alumni sepakat bahwa persatuan harus menjadi prioritas utama. Mereka berharap tidak ada fragmentasi yang melemahkan kekuatan alumni PMII di tingkat nasional. Semangat kebersamaan itu kemudian dituangkan dalam Ikrar Sahabat sebagai bentuk komitmen menjaga satu napas perjuangan.

Ketua Panitia Penyelenggara Sahabat Mengundang Sahabat II, Abdul Manab, mengaku bangga atas suksesnya acara tersebut. Menurutnya, kehadiran para senior menjadi energi besar bagi kader muda dan alumni untuk terus menjaga marwah organisasi.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh sesepuh dan senior yang berkenan hadir. Kehadiran para guru dan teladan kami inilah yang mensukseskan acara ini sekaligus membuktikan bahwa ikatan emosional alumni PMII tidak pernah luntur oleh waktu. Dua tokoh Gus Dur dan Gus Mahbub Junaidi mari kita jadikan panutan,” ujar Manab.

Baca Juga:  NasDem Bangga Syaichona Kholil Bangkalan Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional

Ia menegaskan, PMII tidak hanya melahirkan kader aktivis kampus, tetapi juga banyak tokoh nasional di bidang politik, akademik, birokrasi, hingga keagamaan. Karena itu, soliditas alumni menjadi kekuatan besar yang harus terus dirawat.

Salah satu senior PMII yang hadir juga menyampaikan bahwa halal bihalal ini membuktikan jaringan alumni tetap hidup dan aktif. Menurutnya, meski para alumni kini memiliki peran berbeda-beda, semangat perjuangan tetap sama.

“Pertemuan ini adalah ajang Sambung Roso untuk memastikan bahwa gerak langkah kita di berbagai lini tetap berada dalam satu tarikan napas perjuangan yang sama,” katanya.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa PMII bukan hanya organisasi kaderisasi mahasiswa, tetapi rumah besar perjuangan intelektual dan sosial yang harus terus dijaga. Dari Surabaya, para sahabat alumni kembali menyerukan pesan sederhana yang kuat, persatuan adalah jalan utama menjaga marwah organisasi dan kontribusi untuk bangsa.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT