TheJatim.com – Rumah masa kecil Proklamator RI Ir. Soekarno di Kota Blitar, Istana Gebang, tidak lagi sekadar menjadi situs sejarah yang menyimpan jejak perjalanan Bung Karno. Setelah menjalani renovasi menyeluruh, kawasan bersejarah tersebut kini disiapkan menjadi pusat edukasi kebangsaan berbasis teknologi yang menyasar kalangan milenial dan Generasi Z.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan pemikiran dan perjuangan Bung Karno agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman yang semakin digital.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, menegaskan bahwa revitalisasi Istana Gebang merupakan amanat langsung Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, Megawati selama ini terus mengingatkan kader partai untuk merawat seluruh peninggalan Bung Karno sebagai bagian penting dari sejarah bangsa.
“Dari dulu Bu Mega sebagai Presiden ke-5 RI senantiasa mengingatkan kami kader PDI Perjuangan untuk menjaga peninggalan Bung Karno, yang salah satunya Istana Gebang. Karena itu, Ibu meminta kami bergotong royong untuk merenovasi Istana Gebang,” kata Said Abdullah usai mendampingi Megawati berziarah ke Makam Bung Karno, Minggu (14/6/2026).
Sebagai rumah yang pernah menjadi tempat tinggal Bung Karno saat remaja, Istana Gebang memiliki nilai historis yang sangat penting. Lokasi ini selama bertahun-tahun menjadi salah satu destinasi utama wisata sejarah di Kota Blitar bersama Makam Bung Karno yang setiap tahunnya dikunjungi ratusan ribu peziarah dan wisatawan dari berbagai daerah.
Said menjelaskan, renovasi dilakukan pada sejumlah bagian bangunan dan kawasan pendukung agar lebih nyaman, aman, serta menarik bagi pengunjung muda. Pembaruan tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan generasi digital yang menginginkan pengalaman belajar lebih interaktif.
“Kami melakukan renovasi sehingga bisa nyaman untuk Gen Z, lebih aman dan rapi, termasuk renovasi patung di sana. Harapannya Istana Gebang ini dapat dinikmati seluruh masyarakat dan menjadi ruang edukasi untuk generasi muda,” ujarnya.
Menurut Said, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar menjaga bangunan bersejarah tetap berdiri kokoh, melainkan memastikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno dapat terus dipahami oleh generasi penerus bangsa.
Karena itu, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tengah menyiapkan sejumlah inovasi digital yang memungkinkan sejarah disajikan dengan cara yang lebih komunikatif. Salah satu konsep yang sedang dikembangkan adalah teknologi visual interaktif yang dapat menampilkan perjalanan hidup, gagasan, hingga perjuangan Bung Karno hanya melalui satu sentuhan.
“Kedepan kami mempersiapkan ide untuk tampilan visual, sehingga ketika ada pengunjung datang, satu kali klik tombol bisa muncul visual sejarah perjuangan Bung Karno,” jelas Ketua Badan Anggaran DPR RI tersebut.
Konsep digital tersebut dinilai sejalan dengan tren pengelolaan museum dan situs sejarah di berbagai negara yang mulai mengintegrasikan teknologi multimedia, visualisasi arsip, hingga pengalaman virtual untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap sejarah.
Tak berhenti pada pembenahan fasilitas, Istana Gebang juga akan difungsikan sebagai ruang publik produktif yang menghadirkan berbagai kegiatan edukatif secara berkala. Agenda diskusi kebangsaan, pelatihan kreativitas, hingga forum pengembangan ide anak muda direncanakan digelar setiap tiga bulan sekali.
“Ke depan kami juga akan menyiapkan agenda setiap tiga bulanan untuk milenial dan Gen Z. Ini semata untuk melayani rakyat, tanpa tendensi politik,” tegas Said.
Gagasan tersebut diharapkan mampu mengubah wajah Istana Gebang dari sekadar monumen sejarah menjadi ruang hidup yang aktif mempertemukan generasi muda dengan nilai-nilai nasionalisme, gotong royong, dan semangat kebangsaan yang diwariskan Bung Karno.
Di tengah derasnya arus informasi digital dan perubahan sosial yang cepat, keberadaan ruang belajar sejarah yang relevan bagi anak muda menjadi semakin penting. Melalui pendekatan yang lebih modern dan interaktif, Istana Gebang diharapkan dapat menjadi jembatan antara warisan pemikiran Bung Karno dengan tantangan Indonesia masa depan.
Diketahui, Megawati Soekarnoputri dijadwalkan meresmikan hasil renovasi Istana Gebang pada 15 Juni 2026. Peresmian tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian Bulan Bung Karno yang setiap tahun diperingati PDI Perjuangan sepanjang Juni sebagai momentum mengenang pemikiran, perjuangan, dan jasa Sang Proklamator bagi bangsa Indonesia.


