Jumat, 30 Oktober 2026
Image Slider

Haul Bung Karno di Surabaya, PDIP Ajak Gen Z Jadi Garda Depan Jaga Warisan Sang Proklamator di Era Digital

TheJatim.com – Ribuan kader PDI Perjuangan Kota Surabaya dari berbagai tingkatan memadati halaman kantor DPC, Minggu malam (21/6/2026). Mereka mengikuti peringatan Haul Soekarno yang menjadi bagian penting dalam rangkaian Bulan Bung Karno 2026.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan diawali doa lintas agama, tausiah kebangsaan, hingga refleksi perjuangan sang proklamator. Nuansa religius dan nasionalisme berpadu kuat, mencerminkan nilai toleransi yang selama ini menjadi fondasi bangsa.

Ketua DPC PDIP Surabaya, Armuji, menegaskan bahwa haul Bung Karno bukan sekadar seremoni mengenang wafatnya tokoh bangsa. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat penting untuk terus menyalakan semangat perjuangan dan pemikiran Bung Karno di tengah tantangan zaman.

“Bulan Bung Karno ini bukan hanya peringatan sejarah, tapi bagaimana kita mewarisi api perjuangan beliau untuk Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga:  PDIP Akan Evaluasi Kinerja Wakil Wali Kota Surabaya

Menurut Armuji, tantangan generasi saat ini telah bergeser. Jika dahulu bangsa menghadapi penjajahan fisik, kini ancaman hadir dalam bentuk distorsi informasi yang berkembang masif melalui media sosial.

Fenomena ini turut disoroti perwakilan DPP PDIP, Seno Bagaskoro. Ia menilai telah terjadi upaya sistematis yang disebut sebagai “desukarnoisasi”, terutama di platform digital seperti TikTok hingga Instagram.

“Banyak anak muda mengenal Bung Karno hanya dari potongan informasi yang tidak utuh. Ini berbahaya jika tidak diluruskan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa Surabaya memiliki tanggung jawab historis untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan pemikiran Bung Karno. Kota ini bukan hanya tempat kelahiran, tetapi juga ruang pembentukan karakter perjuangan sang proklamator.

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Yordan Batara Goa, mengingatkan pentingnya pemahaman ideologi Marhaenisme di kalangan kader, khususnya generasi muda.

Baca Juga:  Cahyo Harjo Prakoso Kenang Sosok Adi Sutarwijono

“Marhaenisme adalah pengejawantahan nilai Pancasila yang berpihak pada rakyat kecil. Ini harus dipahami, bukan sekadar dihafal,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya adaptasi kaderisasi melalui teknologi digital agar nilai-nilai perjuangan tetap relevan dan mudah diakses generasi muda.

Kader senior PDIP, Saleh Ismail Mukadar, menambahkan bahwa pemikiran Bung Karno tetap relevan dalam menghadapi dinamika global saat ini. Konsep Trisakti—berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan—dinilai masih menjadi pedoman strategis bangsa.

“Pemikiran Bung Karno bahkan dipelajari di berbagai negara. Ini bukti bahwa gagasannya melampaui zaman,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kekuatan partai tidak hanya terletak pada struktur organisasi, tetapi pada kehadiran nyata kader di tengah masyarakat. Pelayanan publik, kepedulian sosial, dan solusi konkret bagi warga menjadi kunci menjaga kepercayaan rakyat.

Baca Juga:  DPRD Desak Pemkot Surabaya Hentikan Proyek Tiga SMPN Baru

Kehadiran ratusan kader muda dari kalangan Generasi Z dalam acara ini menjadi sinyal kuat regenerasi partai yang terus berjalan. Mereka tidak hanya mengikuti rangkaian acara, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi mengenai tantangan politik dan informasi di era digital.

Melalui peringatan Haul Bung Karno 2026 ini, PDIP Surabaya menegaskan komitmennya untuk menjaga warisan ideologi, memperkuat kaderisasi lintas generasi, serta mendorong generasi muda menjadi pelurus sejarah di tengah derasnya arus informasi digital.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Bung Karno bukan sekadar simbol sejarah, melainkan sumber inspirasi yang terus hidup dalam perjuangan bangsa Indonesia.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT