Jumat, 30 Oktober 2026
Image Slider

BEMNus Jatim Soroti Krisis Ekonomi Dalam Aksi ‘Rakyat Surabaya Menggugat’

TheJatim.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Timur menyatakan sikap tegas dengan turut membersamai gerakan sipil dalam aksi “Rakyat Surabaya Menggugat”. Aksi tersebut menjadi bentuk protes terhadap kondisi bangsa yang dinilai semakin menjauh dari cita-cita reformasi dan keadilan sosial.

Dalam pernyataan resminya, BEM Nusantara Jatim menilai situasi nasional saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan serius. Mulai dari ketidakstabilan ekonomi, lonjakan harga kebutuhan pokok dan energi, hingga maraknya praktik korupsi yang belum tertangani secara maksimal.

Tidak hanya itu, mereka juga menyoroti melemahnya keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil serta meningkatnya keterlibatan militer di ruang sipil yang dinilai berpotensi mengganggu prinsip demokrasi.

Baca Juga:  SITALAS Jadi Sistem Satu Data Anak Wujudkan Surabaya Kota Layak Anak

Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur, Deni Oktaviano Pratama, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa dalam aksi ini bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga arah demokrasi.

“Mahasiswa dan rakyat sipil hari ini tidak sedang mencari panggung. Kami sedang menjaga akal sehat demokrasi. Ketika ruang sipil mulai disusupi kepentingan kekuasaan dan ekonomi rakyat semakin tertekan, maka mahasiswa memiliki tanggung jawab sejarah untuk bersuara,” ujarnya kepada The Jatim, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, kondisi ekonomi yang belum stabil turut memperburuk daya beli masyarakat. Fenomena ini juga diperkuat dengan berbagai laporan nasional yang menunjukkan tekanan terhadap kelas menengah serta meningkatnya ketimpangan sosial di berbagai daerah.

Baca Juga:  Pertumbuhan Ekonomi Surabaya 2025 Capai 5,76 Persen

BEM Nusantara Jawa Timur juga menegaskan bahwa gerakan ini akan terus dikawal bersama elemen masyarakat sipil lainnya. Mereka tidak menutup kemungkinan akan melakukan konsolidasi lanjutan apabila tuntutan yang disampaikan tidak segera direspons oleh pemerintah.

Adapun sejumlah tuntutan yang disuarakan dalam aksi “Rakyat Surabaya Menggugat” meliputi desakan stabilitas energi nasional melalui kebijakan BBM dan listrik yang berpihak kepada rakyat, evaluasi total program makan bergizi gratis, hingga audit dana pembangunan koperasi.

Selain itu, mereka juga meminta penegakan hukum terhadap pelaku tambang ilegal dan pelanggaran agraria, serta mendesak pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa dan menjaga stabilitas nilai rupiah.

Isu lain yang turut menjadi sorotan adalah desakan agar negara mengembalikan fungsi militer ke ranah pertahanan, serta menghentikan keterlibatan TNI dalam jabatan sipil yang dinilai berpotensi mengancam reformasi.

Baca Juga:  Baguna PDIP Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Kader Hadapi Kebakaran

“Kami mungkin tidak selalu terlihat di jalan. Namun bukan berarti kami diam. Ketika keadaan menuntut keberanian, mahasiswa tidak boleh kehilangan keberpihakan kepada rakyat,” tambah Deni.

Aksi ini menjadi bagian dari gelombang kritik publik yang semakin menguat di berbagai daerah, seiring meningkatnya keresahan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat.

BEM Nusantara Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus berdiri bersama rakyat dalam memperjuangkan keadilan sosial, menjaga demokrasi, dan melawan praktik korupsi yang merugikan negara.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT