Jumat, 30 Oktober 2026
Image Slider

Said Abdullah Bidik Talenta Muda Berkarakter Lewat Soekarno Cup 2026

TheJatim.com – Soekarno Cup 2026 tidak hanya diproyeksikan sebagai turnamen sepak bola antardaerah. Kompetisi yang digelar PDI Perjuangan Jawa Timur pada 10-24 Agustus 2026 itu diarahkan menjadi ruang pencarian talenta sekaligus pembentukan karakter pesepak bola muda Indonesia.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengatakan, sepak bola harus menjadi ruang pembinaan anak muda, termasuk mereka yang datang dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, proses perekrutan pemain dilakukan secara profesional melalui manajer dan tim pencari bakat di masing-masing daerah. “Soekarno Cup bukan sekedar ajang sepak bola, namun juga cara kami ikut terlibat membangun karakter bangsa,” kata Said Abdullah, Sabtu (8/8/2026).

Soekarno Cup 2026 akan mempertemukan 16 tim dari berbagai provinsi. Mereka berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Bali, Papua, Papua Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Maluku, Jambi, dan Sumatera Utara.

Pertandingan akan berlangsung di sejumlah stadion, yakni Gelora 10 November, Gelora Bung Tomo dan Lapangan Thor di Surabaya, serta Gelora Joko Samudro di Gresik. Kompetisi dibagi menjadi empat grup. Dua tim terbaik dari setiap grup berhak melaju ke babak delapan besar, semifinal hingga final.

Baca Juga:  Jawa Timur Pelajari Praktik Keterbukaan Informasi dari Pemerintah Australia

Jawa Timur datang sebagai juara bertahan. Pada Soekarno Cup 2025 di Bali, Banteng Jatim U-17 FC berhasil mengalahkan Banteng Bali melalui adu penalti dengan skor 4-2 pada partai final. Tim Jawa Timur juga meraih penghargaan kiper terbaik. Catatan itu menjadi modal sekaligus beban tersendiri bagi skuad tuan rumah tahun ini.

Said menegaskan, target utama Soekarno Cup bukan sekadar menghasilkan pemenang. Kompetisi tersebut juga dirancang untuk memberi pengalaman bertanding dan membentuk mental pemain sejak usia muda. “Kami berharap ajang kompetisi ini bisa membangun kedisiplinan, sportivitas, dan kerjasama tim,” ujarnya.

Format pertandingan juga dibuat kompetitif dengan penghargaan individu pada setiap laga. Tim PSSI Jawa Timur akan menentukan pemain terbaik atau Man of the Match. Selain itu, panitia menyiapkan penghargaan bagi pencetak gol terbanyak, kiper terbaik, dan pelatih terbaik.

Soekarno Cup 2026 juga membuka ruang lebih besar bagi wasit perempuan. Kehadiran mereka disebut sebagai bagian dari upaya memberikan kesempatan yang lebih luas bagi perempuan dalam sepak bola sekaligus memastikan pertandingan berjalan dengan prinsip fair play. “Banyak wasit perempuan yang hebat, dan mereka harus diberikan tiket untuk mengawal jalannya pertandingan agar fair play,” kata Said.

Baca Juga:  Kapal Tua Tenggelam, DPRD Jawa Timur Pertanyakan Kelayakan Kapal

Untuk membentuk Banteng Jatim, proses seleksi dilakukan terhadap 1.615 anak muda dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Seleksi dibagi dalam lima regional, yakni Surabaya, Bangkalan, Malang, Blitar, dan Banyuwangi. Dari proses tersebut, terpilih 25 pemain yang kini dipersiapkan untuk mempertahankan gelar juara.

Skuad Banteng Jatim telah menjalani pemusatan latihan selama dua bulan. Mereka juga mendapat pengalaman melalui sejumlah laga uji coba, di antaranya menghadapi Persebaya Future Lab, Gresik United Academy, dan Deltras Academy. Pola pembinaan semacam ini sebelumnya juga menjadi bagian dari persiapan Banteng Jatim sebelum tampil di Soekarno Cup 2025.

Gagasan pembinaan tersebut sejalan dengan konsep Soekarno Cup yang selama ini diarahkan untuk membuka ruang bagi pemain muda yang belum tampil di Liga 1, Liga 2 maupun Elite Pro Academy. Kompetisi ini diharapkan menjadi salah satu panggung tambahan bagi pemain muda untuk menguji kemampuan, selain turnamen pembinaan yang sudah ada.

Pembukaan Soekarno Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10 Agustus. Acara tersebut direncanakan dihadiri jajaran DPP PDI Perjuangan dan tiga legenda hidup Timnas Indonesia. Penyalaan obor akan menjadi bagian dari seremoni pembukaan, disusul defile kontingen dan penampilan sekitar 300 seniman tradisional.

Baca Juga:  Jawa Timur Jadi Penopang Utama Ekspor Minyak Mentah 2024

Sementara itu, penutupan turnamen direncanakan dihadiri Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sekaligus menyerahkan trofi kepada juara. Bagi Said, rangkaian kegiatan tersebut bukan hanya soal perebutan piala, tetapi juga upaya mempertemukan olahraga, pembinaan anak muda, dan pengenalan nilai-nilai perjuangan Bung Karno.

“Kami yakin, jika banyak pihak ikut terlibat mengembangkan bola, masa depan sepak bola nasional akan lebih menjanjikan,” ujar Said.

Ia berharap semakin banyak kompetisi usia muda digelar agar pemain memiliki lebih banyak kesempatan mengasah kemampuan. Dalam jangka panjang, PDI Perjuangan Jawa Timur juga membuka kemungkinan membentuk skuad profesional dari talenta-talenta yang ditemukan melalui proses tersebut.

Namun, Said menekankan, pembentukan pemain profesional bukan satu-satunya tujuan. Fondasi awal yang ingin dibangun adalah mental, disiplin, sportivitas, kerja sama, serta karakter yang kuat.

“Prioritas awal ini mengasah dan mendapatkan banyak talenta, agar bisa membentuk skuad banteng muda yang tangguh dan profesional,” pungkas Said.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT