Jumat, 30 Oktober 2026
Image Slider

Pemkot Surabaya Bantah Limbah Jarum Suntik Berasal dari RSUD Eka Candrarini

TheJatim.com – Pemerintah Kota Surabaya memastikan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Eka Candrarini berjalan sesuai prosedur. Klarifikasi ini disampaikan setelah temuan ribuan jarum suntik dan limbah medis di saluran air kawasan exit Tol Tambak Sumur, Sidoarjo, viral di media sosial dan dikaitkan dengan RSUD Eka Candrarini. Temuan tersebut sebelumnya dilaporkan berada di sekitar kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga.

“Limbah medis (jarum suntik) itu tidak mungkin jarum dan disposibelnya itu jadi satu. Nah, yang ditemukan itu masih gandeng semua dan identitas RSUD EC itu kalau pasien pulang dapat resep pasti dapat identitas RS EC,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, Selasa (25/8/2026).

Billy menjelaskan, Dinkes Surabaya telah menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengecekan bersama RSUD Eka Candrarini dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya. Menurut dia, prosedur di RSUD Eka Candrarini mengharuskan jarum suntik bekas dilepas terlebih dahulu dari alat suntik sebelum dimasukkan ke dalam wadah khusus atau safety box.

Pengelolaan limbah medis RSUD Eka Candrarini dilakukan melalui kerja sama dengan PT Wastec International. Pengangkutan limbah padat dan limbah tajam dilakukan secara berkala dengan pencatatan elektronik melalui sistem Festronik. PT Wastec sendiri menyatakan memiliki izin pengelolaan limbah B3 dan menggunakan sistem Festronik untuk pemantauan pengelolaan limbah.

Baca Juga:  Tata Kelola AMDAL PLTSa Benowo Busuk! Pemkot Surabaya Lawan Putusan KI Jatim

Billy juga menyebut temuan tersebut memiliki perbedaan dengan perlengkapan medis yang digunakan RSUD Eka Candrarini. Salah satunya terlihat dari merek spuit yang ditemukan di lokasi.

“Bukan milik RSUD EC karena tidak pernah pengadaan dengan merk tersebut,” tegas Billy.

Direktur Utama RSUD Eka Candrarini, dr. Listyorini Rarasingtyas, turut memastikan limbah medis yang ditemukan di Sidoarjo bukan berasal dari rumah sakitnya. Ia mengatakan seluruh limbah medis RSUD Eka Candrarini diambil oleh perusahaan pengelola yang telah bekerja sama dengan rumah sakit.

“Kita juga ada kerja sama dengan PT Wastec International yang mengelola limbah B3 dan limbah medis kita yang sesuai prosedur. Bahkan mereka juga sudah ada izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan tercatat secara elektronik,” kata Listyorini.

Menurut Listyorini, setiap pengambilan limbah dilakukan secara berkala. Proses tersebut mencakup penimbangan, pengangkutan, hingga pencatatan manifes. Karena itu, pihak rumah sakit memastikan limbah medis tidak dibuang secara mandiri ke lingkungan.

“Jadi setiap kotak limbah tajam itu nanti ditimbang, kemudian dibawa oleh PT Wastec International. Kita tidak pernah membuang limbah medis di luar, semua diambil oleh PT Wastec International,” jelasnya.

Baca Juga:  Komisi A DPRD Dorong Pemkot Surabaya Fokus Aktifkan Kembali Ratusan Taman Baca

Listyorini juga menjelaskan keberadaan kertas bertuliskan RSUD Eka Candrarini yang ditemukan di lokasi. Menurut dia, kertas tersebut bukan bagian dari limbah medis. Kertas itu merupakan sobekan kantong obat rawat jalan yang digunakan rumah sakit.

“Jadi memang diberikan kantong kertas berlogo RSUD EC yang berisi obat. Dan itu yang kami lihat itu sobekan dari bungkus kantong obat itu,” terangnya.

RSUD Eka Candrarini, lanjut Listyorini, menerapkan prosedur keselamatan dalam penggunaan alat medis sekali pakai. Jarum suntik bekas tidak dilakukan recapping atau ditutup kembali. Jarum langsung dimasukkan ke safety box untuk mencegah risiko tertusuk dan paparan limbah medis.

Rumah sakit juga berkoordinasi dengan Dinkes Surabaya, DLH Surabaya, dan DLH Sidoarjo untuk menelusuri asal limbah tersebut. Penelusuran diperlukan karena adanya kertas beridentitas RSUD Eka Candrarini belum cukup untuk memastikan sumber limbah medis.

Kepala DLH Kota Surabaya, M. Fikser, membenarkan adanya laporan mengenai temuan limbah medis tersebut. DLH Surabaya kini berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Sidoarjo untuk mendalami jalur pembuangan dan pihak yang kemungkinan terlibat.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Minta Pemkot Perketat Mitigasi Bencana Hadapi Musim Hujan Ekstrem

“Kita sudah sama-sama mengecek, alat suntik itu yang perlu didalami ya. Tetapi kemudian ada tulisan resep RSUD EC ada di situ, yang pasti pembuangan limbah B3 di Kota Surabaya sudah sesuai prosedur dan diikuti mekanisme,” kata Fikser.

Fikser mengatakan penelusuran tidak berhenti pada RSUD Eka Candrarini. DLH akan memeriksa pihak-pihak yang berkaitan dengan pengelolaan limbah, termasuk perusahaan pengangkut limbah dan fasilitas kesehatan lain yang dinilai perlu diperiksa.

“Kita akan melakukan pemeriksaan ya, semua-semua yang terlibat, mulai dari PT yang selama ini bekerja sama dengan RS kita panggil termasuk ada klinik yang kita curigai untuk didalami,” pungkas Fikser.

Temuan ribuan jarum suntik di saluran air Sidoarjo sebelumnya memang memicu keresahan warga. Sejumlah kantong plastik berisi limbah medis ditemukan di kawasan exit Tol Tambak Sumur, termasuk jarum suntik, botol obat dan kasa. Pada sebagian kemasan terdapat identitas yang mengarah ke RSUD Eka Candrarini. Namun, hingga kini Pemkot Surabaya masih melakukan penelusuran untuk memastikan sumber sebenarnya.

RSUD Eka Candrarini sendiri merupakan rumah sakit milik Pemkot Surabaya yang berada di kawasan Rungkut. Rumah sakit tersebut mulai dibangun pada Agustus 2023 dan resmi dibuka pada September 2024.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT