Jumat, 30 Oktober 2026
Image Slider

Konfercab XLIV PMII Surabaya Diwarnai Ketegangan Antar-Kader

TheJatim.com – Konferensi Cabang (Konfercab) XLIV Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya diwarnai ketegangan antarkader dari sejumlah komisariat. Gesekan terjadi di tengah forum yang menjadi agenda penting untuk menentukan arah kepemimpinan dan kepengurusan PMII Surabaya.

Umar Furqon, kader PMII Taswirul Afkar, mengatakan forum pada awalnya berlangsung kondusif. Namun, menurut dia, situasi berubah setelah muncul pihak yang dinilai mencoba meningkatkan ketegangan di dalam forum.

“Forum sebenarnya sudah dimulai dengan kondusif, akan tetapi ada pihak lain yang mencoba untuk membuat forum menjadi tegang dan mengundang kericuhan,” kata Umar, dalam keterangan tertulis yang diterima The Jatim, Minggu (4/10/2026) malam.

Ketegangan tersebut kemudian membuat suasana Konfercab tidak lagi berjalan sepenuhnya tenang. Sejumlah peserta disebut berupaya meredakan situasi agar jalannya persidangan tetap dapat dilanjutkan sesuai agenda organisasi.

Baca Juga:  Usai Hearing, Intra Publik Dorong Pemkot Surabaya Tingkatkan Komitmen Belanja Pendidikan

Dinamika itu menjadi perhatian peserta karena Konfercab merupakan forum tertinggi di tingkat cabang yang semestinya menjadi ruang musyawarah bagi kader dan komisariat. Perbedaan pandangan dalam forum organisasi sebenarnya merupakan hal yang wajar, tetapi tetap perlu disalurkan melalui mekanisme yang telah disepakati.

Persoalan semakin memanas setelah muncul dugaan ancaman pelemparan kursi terhadap Risilva Aulia selaku pimpinan sidang. Dugaan tersebut disebut melibatkan kader PMII Universitas Airlangga (UNAIR) dan kemudian memicu ketegangan dengan kader PMII Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

“Kalau ada perbedaan pandangan, seharusnya tetap diselesaikan melalui mekanisme organisasi. Jangan sampai perbedaan sikap dalam persidangan berkembang menjadi tindakan yang mengganggu jalannya forum,” ujar salah satu peserta forum.

Baca Juga:  Jukir Langgar Wilayah, Dishub Surabaya Tindak Sekaligus Awasi Parkir

Ketegangan antarkader tersebut menunjukkan adanya perbedaan sikap dalam menyikapi sejumlah agenda Konfercab. Namun, detail mengenai penyebab awal gesekan, pihak yang terlibat, serta rangkaian kejadian secara utuh masih perlu dikonfirmasi kepada masing-masing pihak.

Risilva Aulia selaku pimpinan sidang disebut menjadi salah satu pihak yang terdampak situasi tersebut. Dugaan ancaman pelemparan kursi menjadi salah satu pemicu meningkatnya ketegangan antara kelompok kader yang berada di dalam forum.

“Pihak panitia tentu tidak mengharapkan situasi seperti ini terjadi. Seluruh persiapan Konfercab sudah diperhitungkan dan diharapkan forum bisa berjalan kondusif,” demikian keterangan dari pihak panitia.

Hingga berita ini disusun, kronologi lengkap mengenai gesekan tersebut masih membutuhkan penjelasan dari pihak-pihak yang terlibat. Sikap resmi panitia Konfercab dan jajaran Pengurus Cabang PMII Surabaya terkait insiden tersebut juga masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Libatkan RT Catat Data Penduduk Non Permanen

Konfercab XLIV PMII Surabaya memiliki posisi penting bagi perjalanan organisasi karena menjadi forum untuk menentukan kepemimpinan sekaligus agenda PMII Surabaya ke depan. Karena itu, kelancaran persidangan menjadi perhatian penting bagi seluruh peserta.

Perbedaan pendapat dalam organisasi mahasiswa bukan sesuatu yang harus dihindari. Namun, perbedaan tersebut semestinya diselesaikan melalui dialog dan aturan organisasi, bukan melalui tindakan yang berpotensi memicu konflik terbuka.

Seluruh pihak diharapkan menahan diri dan menjaga keamanan forum. Setiap dugaan pelanggaran yang muncul dalam Konfercab perlu diperiksa secara objektif berdasarkan aturan organisasi agar persoalan tidak melebar dan proses konferensi tetap dapat berjalan secara tertib.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT