TheJatim.com – DPRD Jawa Timur mendorong percepatan pengembangan perpustakaan di rumah ibadah agar memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat budaya membaca, meningkatkan kualitas literasi masyarakat, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang lebih kompetitif di tengah derasnya arus informasi digital.
Dorongan itu disampaikan Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, saat menghadiri Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Perpustakaan Khusus Rumah Ibadah di Surabaya.
Menurut Cahyo, tantangan literasi saat ini tidak lagi sebatas ketersediaan bahan bacaan. Tingginya penggunaan internet dan media sosial membuat masyarakat, khususnya generasi muda, membutuhkan ruang belajar yang mampu membentuk kebiasaan membaca sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Ia menilai keberadaan perpustakaan di rumah ibadah dapat menjadi salah satu solusi karena memiliki kedekatan dengan masyarakat dan berpotensi menjadi pusat kegiatan edukasi di lingkungan sekitar.
“Kami bersama Komisi E DPRD Jawa Timur, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta para pengelola perpustakaan rumah ibadah berkomitmen meningkatkan kualitas perpustakaan agar mampu mendorong budaya literasi masyarakat,” ujar Cahyo.
Berdasarkan berbagai survei nasional, tingkat literasi masyarakat Indonesia masih menghadapi tantangan. Salah satunya terlihat dari masih rendahnya minat baca dan tingginya angka buta huruf fungsional yang membuat sebagian masyarakat mampu membaca, tetapi belum dapat memahami maupun mengolah informasi secara optimal dalam kehidupan sehari-hari.
Kondisi tersebut, kata Cahyo, harus direspons melalui kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan budaya membaca secara berkelanjutan.
Karena itu, DPRD Jawa Timur mendorong penyusunan peta jalan atau grand design penguatan literasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan rumah ibadah.
“Kita harus membangun blueprint untuk membangkitkan kembali semangat membaca buku fisik kepada generasi muda, khususnya di sektor pendidikan,” tegas Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur tersebut.
Menurutnya, rumah ibadah memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibanding sekadar tempat beribadah. Apabila perpustakaannya dikelola sesuai delapan Standar Nasional Perpustakaan Khusus Rumah Ibadah, fasilitas tersebut dapat berkembang menjadi pusat literasi, pendidikan karakter, penguatan moderasi beragama, hingga ruang interaksi sosial masyarakat.
Ia optimistis keberadaan perpustakaan yang aktif akan memperkuat karakter generasi muda sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur.
“Rumah ibadah tidak hanya menjadi ruang meningkatkan religiusitas, tetapi juga menjadi ruang peningkatan literasi dan kehidupan sosial masyarakat,” kata Tokoh Muda Surabaya itu.
Komisi E DPRD Jawa Timur, lanjut Cahyo, akan terus memperkuat sinergi bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur serta pengelola rumah ibadah agar perpustakaan khusus berkembang lebih merata di berbagai daerah.
Harapannya, perpustakaan rumah ibadah tidak lagi hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi buku, melainkan berkembang menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang aktif dan mudah diakses.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Tiat S. Suwardi, mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kolaborasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama, Komisi E DPRD Jawa Timur, serta para pengelola rumah ibadah.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan jumlah perpustakaan rumah ibadah yang memenuhi Standar Nasional Perpustakaan sehingga mampu berperan sebagai pusat literasi, pendidikan, dan pembelajaran masyarakat.
“Kami terus memperkuat kolaborasi dengan Kanwil Kementerian Agama, Komisi E DPRD Jawa Timur, dan pengelola rumah ibadah agar semakin banyak perpustakaan rumah ibadah yang memenuhi Standar Nasional Perpustakaan serta menjadi pusat literasi bagi masyarakat,” ujar Tiat.
Dengan penguatan standar pengelolaan perpustakaan, DPRD Jawa Timur berharap budaya membaca dapat tumbuh dari lingkungan terdekat masyarakat. Upaya tersebut dinilai menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat karakter bangsa, serta mendukung terwujudnya sumber daya manusia Jawa Timur yang unggul dan berdaya saing.


