TheJatim.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Airlangga terus memperkuat kaderisasi mahasiswa melalui Future Leaders Fellowship (FLF) atau Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) 2026. Memasuki hari kedua pelaksanaan di Balai Diklat Industri Surabaya, Sabtu (25/7/2026), program ini diikuti 45 mahasiswa baru dari Universitas Airlangga dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPN Veteran Jatim). Kegiatan tersebut difokuskan pada pengembangan kepemimpinan agar mahasiswa siap menghadapi tantangan akademik, organisasi, dan kehidupan sosial di lingkungan kampus.
Koordinator Divisi Acara FLF Chapter Airlangga 2026, Ihdini Dinal Chak, mengatakan materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dirancang agar peserta mampu membangun karakter kepemimpinan sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi. “Pemateri yang kami hadirkan adalah para mentor dari masing-masing fakultas yang telah berpengalaman dalam membentuk karakter kepemimpinan yang baik, kreatif, dan kritis. Sebagian besar pemateri berasal dari kalangan dosen dan praktisi pengembangan diri yang kompeten di bidangnya,” ujarnya.
Future Leaders Fellowship menjadi bagian dari proses kaderisasi PMII yang dikembangkan dengan pendekatan lebih adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa saat ini. Selain memperkenalkan nilai-nilai organisasi, peserta juga dibekali kemampuan mengelola emosi, membangun komunikasi efektif, menyelesaikan persoalan secara sistematis, hingga membentuk pola pikir kritis dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti tiga agenda utama, yakni seminar kepemimpinan, Forum Group Discussion (FGD), serta pentas seni. Ketiga sesi tersebut dirancang untuk melatih kemampuan berpikir, bekerja sama, berkomunikasi, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa baru sebelum memasuki aktivitas perkuliahan.
Di tengah meningkatnya tantangan dunia pendidikan tinggi, berbagai survei pendidikan menunjukkan bahwa kemampuan soft skills, kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi kini menjadi kompetensi yang paling dibutuhkan selain prestasi akademik. Karena itu, organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa agar tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Koordinator Bidang Kaderisasi PMII Komisariat Airlangga, M. Qois Hatta, menjelaskan proses pemilihan narasumber dilakukan secara selektif dengan mengutamakan alumni yang memiliki rekam jejak kepemimpinan yang baik.
“Kami memprioritaskan mereka yang memiliki pengalaman dan soft skills kepemimpinan yang mumpuni, sehingga bisa berbagi secara konkret kepada peserta FLF 2026,” katanya.
Menurutnya, pengalaman praktis dari para alumni diharapkan mampu memberikan gambaran nyata kepada peserta mengenai tantangan yang akan mereka hadapi selama menjadi mahasiswa. Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya PMII membangun regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ihdini Dinal Chak, Panitia Koordinator Acara FLF menilai konsep Leadership Development dipilih karena mampu menjawab kebutuhan mahasiswa baru yang harus beradaptasi dengan lingkungan kampus yang jauh berbeda dibandingkan masa sekolah.
“Kami melihat fenomena saat ini, banyak mahasiswa ingin berprestasi, namun sedikit yang kuat menjalani proses. Karena itu kami mengusung konsep Leadership Development agar peserta FLF 2026 lebih siap menghadapi tantangan perkuliahan yang jauh lebih berat dibanding masa sekolah,” jelasnya.
Melalui Future Leaders Fellowship atau MAPABA 2026, PMII Komisariat Airlangga berharap lahir generasi mahasiswa yang tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga integritas, kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Program ini juga diharapkan menjadi ruang pembentukan calon pemimpin muda yang mampu menjaga nilai kebangsaan, memperkuat persatuan, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.
“Kami ingin FLF menjadi titik awal lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain, sehingga kelak dapat memberikan manfaat bagi kampus, masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.


