Kamis, 11 Juni 2026
Image Slider

Hari Lahir Pancasila, PDIP Jatim Serukan Gotong Royong dan Keadilan Sosial

TheJatim.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila kembali menjadi momentum bagi PDI Perjuangan Jawa Timur untuk meneguhkan komitmen kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia. Melalui upacara yang digelar di halaman Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Surabaya, Senin (1/6/2026), partai berlambang banteng moncong putih itu mengajak seluruh kader menghidupkan kembali semangat persatuan dan gotong royong yang diwariskan para pendiri bangsa.

Upacara diikuti jajaran pengurus DPD, DPC kabupaten dan kota, PAC, kader partai hingga personel Satgas Cakra Buana. Kegiatan berlangsung khidmat dengan pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, serta doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap dasar negara yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, yang bertindak sebagai inspektur upacara, mengingatkan bahwa pidato Bung Karno pada Sidang BPUPKI 1 Juni 1945 bukan sekadar catatan sejarah. Pidato tersebut menjadi tonggak lahirnya gagasan besar yang mampu menyatukan Indonesia di tengah keragaman suku, agama, budaya, dan golongan.

Baca Juga:  BMI Jatim Siap Menangkan Ganjar Pranowo dan PDI Perjuangan

Menurut Deni, Bung Karno merumuskan Pancasila sebagai titik temu seluruh kekuatan bangsa. Para pendiri negara kala itu memilih jalan persatuan dibanding mempertajam perbedaan. Pilihan itulah yang kemudian melahirkan Indonesia sebagai negara yang berdiri di atas prinsip kebangsaan, kemanusiaan, demokrasi, keadilan sosial, dan ketuhanan.

“Bung Karno menyampaikan bahwa Indonesia didirikan untuk semua. Semangat itu tetap relevan hingga hari ini. Pancasila adalah fondasi yang mempersatukan bangsa sekaligus penuntun dalam menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Deni dalam amanatnya.

Baca Juga:  Kecelakaan Bus Berulang, DPRD Jatim Minta Evaluasi Armada Menyeluruh

Pernyataan tersebut menjadi penting di tengah dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang terus berkembang. Berbagai lembaga survei dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa penguatan nilai toleransi, solidaritas sosial, dan gotong royong masih menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nasional. Karena itu, Deni menilai semangat Pancasila tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang berpihak kepada rakyat.

Ia menegaskan, gotong royong sebagai sari pati Pancasila harus terus menjadi napas dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam kerja-kerja politik. Di saat bangsa menghadapi berbagai tantangan, persatuan nasional wajib dirawat, sementara kebijakan publik harus tetap berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Deni juga mengingatkan bahwa lahirnya Pancasila merupakan hasil pergulatan pemikiran yang panjang mengenai masa depan Indonesia. Oleh sebab itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk memastikan nilai-nilai tersebut tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengabdian kepada masyarakat dan pembangunan bangsa.

Baca Juga:  Warga Bulak Banteng Keluhkan Curanmor, Bang Udin Siap Kawal Aspirasi di Parlemen

Kehadiran kader dari berbagai tingkatan organisasi bersama Satgas Cakra Buana dalam upacara tersebut menjadi simbol kuat komitmen PDI Perjuangan Jawa Timur untuk menjaga semangat kebangsaan, memperkokoh persatuan, serta melanjutkan cita-cita kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun bukan oleh satu kelompok, melainkan oleh seluruh elemen bangsa yang bersatu dalam semangat persaudaraan, gotong royong, dan tekad bersama untuk mewujudkan keadilan sosial serta kesejahteraan rakyat.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT