Thejatim.com. Surabaya – Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “The Power of Self-Love: Menjaga Kesehatan Reproduksi dan Deteksi Dini Kanker sebagai Bentuk Emansipasi Perempuan”. Kegiatan yang berlangsung di Gedung O2 Lantai 2 PGSD FIP UNESA ini menghadirkan Direktur sekaligus Dokter Spesialis Obgyn National Hospital Surabaya, dr. Hendera Hendri, Sp.OG, sebagai narasumber utama.
Seminar yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa S1 PGSD FIP UNESA tersebut dimoderatori oleh Dr. Rifqi Risnadhyatul Hudha, M.Pd. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara PGSD FIP UNESA dan National Hospital dalam meningkatkan literasi kesehatan mahasiswa melalui pendekatan edukatif yang berbasis pada kebutuhan generasi muda.
Dalam pemaparannya, dr. Hendera Hendri menekankan bahwa menjaga kesehatan reproduksi merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri (self-love) sekaligus investasi kesehatan jangka panjang. Mahasiswa diajak memahami pentingnya mengenali faktor risiko penyakit reproduksi, menerapkan gaya hidup sehat, serta melakukan deteksi dini kanker sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kualitas hidup.
Materi yang disampaikan tidak hanya membahas aspek medis, tetapi juga mengupas berbagai mitos yang masih berkembang di masyarakat mengenai kesehatan reproduksi. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan tingginya antusiasme mahasiswa yang mengajukan berbagai pertanyaan terkait upaya pencegahan penyakit, pola hidup sehat, hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Ketua Program Studi S1 PGSD FIP UNESA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap kesehatan diri sebagai bekal menjadi pendidik profesional di masa depan. Literasi kesehatan menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki calon guru agar mampu membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Seminar ini memberikan dampak yang nyata bagi mahasiswa. Peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak usia muda, meningkatkan kesadaran terhadap deteksi dini kanker, serta menumbuhkan sikap preventif dalam menjaga kesehatan. Selain itu, kegiatan ini turut mengurangi stigma dan rasa tabu dalam membicarakan isu kesehatan reproduksi melalui penyampaian informasi yang ilmiah, komunikatif, dan mudah dipahami.
Lebih jauh, seminar ini juga memperkuat karakter mahasiswa sebagai generasi muda yang peduli terhadap kesehatan pribadi dan kesehatan masyarakat. Bekal pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat ditransformasikan oleh mahasiswa ketika nantinya menjadi pendidik di sekolah dasar, sehingga mampu menanamkan nilai-nilai hidup sehat, kepedulian terhadap kesehatan, serta pentingnya perilaku preventif kepada peserta didik sejak dini.
Pelaksanaan kuliah tamu ini sekaligus mempertegas komitmen PGSD FIP UNESA dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual melalui kolaborasi dengan praktisi dan dunia profesional. Sinergi antara perguruan tinggi dan rumah sakit diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik, tetapi juga memiliki wawasan kesehatan yang kuat untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan berkualitas. Edukasi kesehatan di lingkungan perguruan tinggi terbukti menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan literasi kesehatan dan perilaku hidup sehat mahasiswa.


