Thejatim.com. Surabaya – Pelatihan Tangram untuk Guru Sekolah Dasar dalam Memfasilitasi Berpikir Komputasi dilaksanakan pada 19 Juli 2025 di Kabupaten Pacitan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan pembelajaran matematika dengan pengembangan kemampuan berpikir komputasi pada peserta didik sekolah dasar. Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru sekolah dasar dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Pacitan dan dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang aplikatif melalui pemanfaatan media tangram sebagai sarana pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
Kegiatan pelatihan menghadirkan narasumber yang memiliki kepakaran di bidang pendidikan dasar dan pembelajaran matematika, yaitu Dr. Zaenal Abidin, S.Pd., M.Pd., Dr. Ramadhan Kurnia Habibie, M.Pd., dan Prof. Dr. Wiryanto, M.Si. Materi yang disampaikan meliputi konsep berpikir komputasi (computational thinking), urgensi penguatan berpikir komputasi pada jenjang sekolah dasar, implementasi berpikir komputasi dalam pembelajaran, pemanfaatan media tangram sebagai alat bantu pembelajaran, serta strategi penyusunan aktivitas belajar yang mampu melatih peserta didik berpikir logis, sistematis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah.

Pelaksanaan pelatihan menggunakan pendekatan partisipatif yang mengombinasikan sesi penyampaian materi, demonstrasi penggunaan tangram, praktik penyusunan aktivitas pembelajaran, diskusi kelompok, serta presentasi hasil kerja peserta. Guru memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai bentuk dan pola tangram dalam menyelesaikan permasalahan matematika sekaligus mengidentifikasi unsur-unsur berpikir komputasi, seperti decomposition, pattern recognition, abstraction, dan algorithmic thinking. Melalui praktik langsung tersebut, peserta memperoleh pengalaman nyata dalam merancang pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik.
Hasil pelatihan menunjukkan bahwa guru mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep berpikir komputasi serta mampu merancang aktivitas pembelajaran berbasis tangram yang selaras dengan Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan berhasil menghasilkan rancangan pembelajaran yang mengintegrasikan permainan edukatif dengan pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Pendampingan yang diberikan oleh narasumber juga membantu guru dalam mengatasi berbagai kendala yang dihadapi saat mengimplementasikan pembelajaran berbasis tangram di kelas.

Secara keseluruhan, Pelatihan Tangram untuk Guru Sekolah Dasar dalam Memfasilitasi Berpikir Komputasi yang dilaksanakan pada 19 Juli 2025 di Kabupaten Pacitan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi profesional guru dalam merancang pembelajaran inovatif yang mendukung penguatan kemampuan berpikir komputasi peserta didik. Kolaborasi antara narasumber, peserta, dan pemangku kepentingan pendidikan menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini. Diharapkan pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak guru yang mampu mengimplementasikan pembelajaran berbasis tangram untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, para guru didorong untuk mengimplementasikan hasil pelatihan dalam proses pembelajaran di kelas serta berbagi praktik baik (best practices) dengan rekan sejawat melalui kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG). Tim pengabdian juga memberikan pendampingan lanjutan melalui komunikasi daring untuk membantu guru ketika mengalami kendala dalam merancang maupun menerapkan aktivitas pembelajaran berbasis tangram. Dengan adanya tindak lanjut tersebut, diharapkan pemanfaatan media tangram tidak hanya menjadi kegiatan pelatihan semata, tetapi dapat menjadi bagian dari inovasi pembelajaran yang berkelanjutan dalam meningkatkan kemampuan berpikir komputasi, pemecahan masalah, kreativitas, dan kolaborasi peserta didik di sekolah dasar.


