Jumat, 30 Oktober 2026
Image Slider

PMII Airlangga Siapkan Pemimpin Kampus Berkarakter, Lewat Future Leaders Fellowship 2026

TheJatim.com – PMII Komisariat Airlangga resmi memulai proses kaderisasi mahasiswa baru melalui Future Leaders Fellowship (FLF) Chapter Airlangga 2026 yang digelar pada Jumat (24/7/2026) di Balai Diklat Industri Surabaya. Program yang menjadi bagian dari Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) ini dirancang tidak hanya sebagai pengenalan organisasi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, hingga pendampingan akademik bagi mahasiswa yang akan memasuki dunia perguruan tinggi.

Ketua PMII Komisariat Airlangga, Mujahid Abdullah, menegaskan bahwa FLF 2026 merupakan komitmen jangka panjang dalam melahirkan kader yang memiliki integritas dan kepemimpinan kuat.

“FLF 2026 merupakan program yang digagas oleh PB IKA PMII bersama Majelis Alumni IPNU-IPPNU. Insyaallah program ini akan diadakan setiap tahun guna mencetak calon-calon pemimpin umat yang baik untuk bangsa dan negara. Ini selaras dengan semangat bersama NU untuk selalu menjadikan kader-kader NU lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Catat Penghimpunan Zakat Terbesar Capai Rp4 Miliar Per Bulan

Program tersebut merupakan kolaborasi antara Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni PMII (PB IKA PMII) dan Majelis Alumni IPNU-IPPNU. Di tingkat daerah, pelaksanaannya dikembangkan oleh PMII Komisariat Airlangga dengan melibatkan peserta dari Universitas Airlangga dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur melalui sinergi bersama PMII Komisariat Bela Negara UPN Veteran Jatim.

Mengusung slogan “Belajar, Bertumbuh, Bergerak”, Future Leaders Fellowship hadir dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan pelatihan kepemimpinan konvensional. Peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai kepemimpinan, tetapi juga mendapatkan pendampingan akademik, konsultasi banding Uang Kuliah Tunggal (UKT), informasi beasiswa, pembinaan etika organisasi, hingga pengembangan prestasi akademik maupun nonakademik.

Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan tantangan mahasiswa baru saat ini. Selain dituntut cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus, mereka juga menghadapi persoalan biaya pendidikan, kompetisi akademik, serta kebutuhan meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing di dunia kerja maupun ruang-ruang kepemimpinan masyarakat.

Baca Juga:  Kosongnya Kursi Ketua DPRD Surabaya, Berikut Nama-nama Kader PDI Perjuangan Penggantinya

Mujahid menambahkan, bahwa Pengurus PMII Komisariat Airlangga akan berpegang teguh pada pendampingan di berbagai aspek, mulai dari banding UKT, beasiswa, pelatihan etika kepemimpinan, hingga prestasi non-akademik.

“Proses kaderisasi tidak berhenti setelah MAPABA selesai, tetapi akan terus dikawal melalui pendampingan yang berkelanjutan selama mahasiswa menjalani perkuliahan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana FLF Chapter Airlangga 2026, Brilian Akromul, menjelaskan bahwa seluruh panitia merupakan alumnus FLF 2025. Pola kaderisasi berjenjang tersebut menjadi bukti bahwa program ini tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan menghasilkan regenerasi kepemimpinan yang berkesinambungan di lingkungan PMII.

“Persiapan panitia cukup matang karena mereka adalah hasil kaderisasi FLF 2025. Dengan semangat penuh dari panitia dan pendampingan pengurus komisariat, saya yakin sahabat-sahabat baru 2026 akan berhasil menjalani proses di dunia perkuliahan. Tentu semua itu harus dibarengi dengan niat dan tekad yang kuat dari para peserta,” kata Brilian.

Baca Juga:  Polemik PT SJL, DPRD Surabaya Tekankan Pabrik Emas Harus Relokasi

Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan akan pembinaan kepemimpinan mahasiswa semakin penting. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, serta integritas. Karena itu, berbagai organisasi kemahasiswaan mulai memperkuat pola kaderisasi yang adaptif terhadap tantangan zaman.

PMII Komisariat Airlangga berharap Future Leaders Fellowship 2026 mampu menjadi laboratorium kepemimpinan yang melahirkan mahasiswa kritis, humanis, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat. “Menjadi pemimpin bukan sekadar mengejar jabatan, tetapi mampu menghadirkan manfaat, menggerakkan perubahan, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam setiap langkah pengabdian,” menjadi semangat yang terus dibangun dalam pelaksanaan program tersebut.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT