Senin, 19 Januari 2026
Image Slider

Relokasi RPH Pegirian Diprotes Mitra Jagal, DPRD Surabaya Buka Dialog

TheJatim.com – Anggota DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin, menemui langsung massa aksi mitra jagal yang menggelar unjuk rasa di halaman Gedung DPRD Surabaya, Rabu (14/1). Aksi tersebut menyoroti penolakan rencana relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke kawasan Tambak Osowilangun.

Dalam aksinya, massa mitra jagal menyampaikan aspirasi secara terbuka melalui orasi. Situasi sempat memanas ketika sebagian massa merangsek masuk ke dalam gedung DPRD dan berupaya menuju ruang Ketua DPRD Surabaya.

Baca Juga:  Komisi A Surabaya Soroti Pegawai Main Judi Online di Jam Kerja

Menanggapi hal itu, Saifuddin menegaskan bahwa tuntutan mitra jagal sudah menjadi perhatian serius DPRD Surabaya. Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan saat ini sedang dibahas dan didiskusikan oleh para legislator.

“Terkait tuntutan panjenengan semua, kami bersama teman-teman di DPRD sedang melakukan diskusi,” ujar Bang Udin sapaan akrabnya di hadapan massa aksi.

Politisi Muda Partai Demokrat tersebut juga menekankan bahwa keberpihakan DPRD Surabaya kepada masyarakat merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, kepentingan rakyat selalu menjadi pijakan utama dalam setiap pengambilan keputusan.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Respons Dasa Cita dan Perkuat Kesempatan Kerja Pemuda

“Sudah disampaikan juga oleh pimpinan DPRD, Arif Fathoni, bahwa keberpihakan anggota DPRD kepada masyarakat adalah harga mati,” tegasnya.

Untuk meredakan ketegangan dan mencari jalan keluar, Bang Udin mengajak perwakilan mitra jagal serta tokoh masyarakat setempat untuk duduk bersama. Ia menilai dialog terbuka menjadi langkah paling realistis guna menemukan solusi terbaik atas polemik relokasi RPH Pegirian.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Siapkan Pidana Sanksi Sosial Berbasis Restorative Justice

Di sisi lain, anggota Komisi A itu juga mengimbau massa aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak bertindak anarkis. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas Kota Surabaya sebagai rumah bersama.

“Mari kita duduk bersama membahas persoalan ini dengan kepala dingin. Kami juga berharap massa aksi tetap menjaga ketertiban dan kondusivitas Kota Surabaya,” pungkas mantan aktivis PMII itu.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT