TheJatim.com – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah menegaskan bahwa kekuatan dan eksistensi partai politik tidak ditentukan oleh atribut, simbol maupun seremoni organisasi semata. Sebaliknya, keberlangsungan sebuah partai bergantung pada sejauh mana kader mampu hadir, mendengar, dan memperjuangkan kepentingan rakyat di akar rumput.
Pesan itu disampaikan Said Abdullah saat membuka pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Lumajang yang digelar di Bumi Perkemahan Glagah Arum, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDIP di 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur.
Dalam pidatonya, Said menekankan bahwa Musancab bukan sekadar agenda rutin organisasi ataupun pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi momentum untuk memastikan seluruh struktur partai memiliki arah perjuangan yang sama, yakni bekerja untuk kepentingan rakyat.
“Eksistensi partai ditentukan oleh kehadiran kita di tengah rakyat, hadir di tengah kaum marhaen, hadir di tengah anak-anak yatim piatu yang nyata ada di setiap desa. Itulah makna penting kehadiran kita,” kata Said Abdullah.
Ketua Badan Anggaran DPR RI itu mengingatkan bahwa sejak awal berdiri, PDI Perjuangan dikenal sebagai partai wong cilik yang memiliki tanggung jawab moral sekaligus politik untuk terus mengawal kepentingan masyarakat kecil. Karena itu, seluruh kader diminta tidak hanya aktif dalam aktivitas organisasi, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memahami persoalan yang dihadapi warga.
Menurutnya, tantangan masyarakat saat ini semakin kompleks. Mulai dari persoalan ekonomi keluarga, lapangan pekerjaan, akses pendidikan, hingga kesejahteraan kelompok rentan membutuhkan kehadiran nyata para kader partai di tengah masyarakat.
“Kita ini partainya wong cilik. Eksistensi partai ditentukan oleh kita semua, ditentukan oleh sejauh mana kita tetap solid dan terus berada di tengah-tengah rakyat,” ujarnya.
Said juga menegaskan bahwa selesainya Musancab di seluruh Jawa Timur bukanlah akhir dari proses konsolidasi organisasi. Justru, tahapan berikutnya akan difokuskan pada penguatan struktur partai hingga tingkat paling bawah melalui Musyawarah Ranting (Musranting).
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan mesin organisasi partai tetap hidup dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara langsung hingga tingkat lingkungan dan rukun warga.
“Setelah ini, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mempersiapkan Musyawarah Ranting di seluruh DPC se-Jawa Timur. Kita bersama-sama memastikan, dengan semangat gotong royong, konsolidasi partai tahun 2026 dapat kita tuntaskan. PDI Perjuangan harus memiliki struktur yang tetap, kuat, dan hidup hingga tingkat RW,” tegasnya.
Kabupaten Lumajang dipilih sebagai lokasi penutup rangkaian Musancab karena menjadi daerah terakhir yang menyelesaikan proses konsolidasi tingkat PAC. Dengan berakhirnya agenda tersebut, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk melanjutkan penguatan organisasi secara berjenjang hingga tingkat ranting dan anak ranting.
Penguatan struktur hingga level terbawah dinilai menjadi fondasi penting bagi partai dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat fungsi pengabdian politik. Di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang, kehadiran kader di tengah rakyat menjadi modal utama bagi partai untuk tetap relevan dan dipercaya masyarakat.
Melalui konsolidasi yang menyentuh hingga tingkat RW, PDI Perjuangan berharap dapat memperluas ruang pengabdian kepada masyarakat, memperkuat semangat gotong royong, serta memastikan perjuangan politik kerakyatan tetap berjalan seiring kebutuhan warga di berbagai daerah Jawa Timur.


