Jumat, 30 Oktober 2026
Image Slider

Sambut Muktamar ke-35 NU, Baguna PDI Perjuangan Jatim: Monggo Mampir, Posko Kami Terbuka untuk Muktamirin

TheJatim.com – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, mendapat sambutan dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Selain memberikan dukungan kepada panitia, partai tersebut membuka posko pelayanan gratis melalui Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Jatim bagi para muktamirin.

Posko tersebut menyediakan sejumlah layanan sederhana, mulai dari pemeriksaan kesehatan ringan, tempat beristirahat, makanan ringan, minuman hingga kopi. Kehadiran posko ini menjadi bentuk gotong royong untuk membantu peserta yang datang dari berbagai daerah dan menempuh perjalanan panjang menuju Jombang.

“Muktamar NU adalah hajatan besar para kiai, santri dan Nahdliyin dari seluruh Indonesia. Kami ikut berbahagia Jombang dan Jawa Timur menjadi tuan rumah. Apa yang kami berikan tentu tidak seberapa dibandingkan kebutuhan Muktamar, tetapi mudah-mudahan dapat ikut membantu panitia dalam melayani para muktamirin,” kata Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa DPD PDI Perjuangan Jatim KH Abdul Wahab Yahya.

Dukungan kepada panitia diserahkan Abdul Wahab kepada Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq pada Rabu (26/8/2026). Gus Rozaq juga merupakan Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Baca Juga:  Satu Pekerja Tambang Tewas di Magetan, DPRD Jatim Desak Evaluasi Menyeluruh

Kehadiran posko Baguna menjadi relevan di tengah arus kedatangan warga NU dari berbagai daerah. Sejumlah rombongan Nahdliyin bahkan telah tiba di Jombang sejak Selasa (25/8/2026), dengan kendaraan pribadi, minibus hingga bus yang mengarah ke kawasan Tambakberas.

“Posko kami tidak besar dan apa yang kami sediakan juga sederhana. Ini bagian dari upaya kami untuk ikut berbahagia menyambut Muktamar NU dan memberikan sedikit pelayanan kepada para kiai, nyai, santri, dan muktamirin yang datang ke Jombang,” ujar Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Jatim Rudi Afianto.

Menurut Rudi, posko tersebut sengaja dibuat sebagai tempat singgah bagi muktamirin yang membutuhkan waktu untuk beristirahat. Peserta juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan ringan yang disediakan relawan Baguna.

“Monggo mampir. Kalau lelah, bisa beristirahat sebentar. Kalau ingin memeriksa kondisi kesehatan, teman-teman Baguna siap membantu. Semuanya kami siapkan dengan semangat gotong royong dan memuliakan tamu,” kata Rudi.

Selain pelayanan kemanusiaan, Baguna juga menyisipkan edukasi mengenai kesiapsiagaan dan mitigasi bencana kepada para pengunjung posko. Materinya antara lain mengenali risiko bencana di lingkungan, memahami jalur evakuasi serta mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika kondisi darurat terjadi.

Baca Juga:  Pakar Hukum Untag Sebut Putusan MKD Soal Adies Kadir Proporsional

“Kebetulan saudara-saudara kita yang hadir di Muktamar datang dari berbagai penjuru Indonesia. Kami ingin berbagi sedikit pengetahuan tentang mitigasi. Tidak perlu menunggu bencana datang untuk belajar kesiapsiagaan,” ujarnya.

Rudi menilai edukasi tersebut penting karena para muktamirin berasal dari wilayah dengan karakter risiko bencana yang berbeda. Ancaman yang dihadapi masyarakat dapat berupa gempa bumi, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan hingga bencana hidrometeorologi.

“Beberapa hari lalu PDI Perjuangan juga memberangkatkan Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati ke Flores untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa. Itu bagian dari semangat yang sama: ketika masyarakat membutuhkan, Baguna dan seluruh kekuatan gotong royong Partai berusaha hadir dan membantu sesuai kemampuan,” kata Rudi.

Ia menjelaskan, kerja kemanusiaan tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan berskala besar. Dalam kondisi bencana, bentuknya dapat berupa bantuan medis dan tanggap darurat. Sementara dalam kegiatan masyarakat seperti Muktamar NU, pelayanan dapat hadir melalui pos kesehatan, tempat istirahat maupun kebutuhan sederhana peserta.

Baca Juga:  Gus Yahya Nilai Jokowi Cawe-cawe Pilpres 2024 dalam Batas Wajar

Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Panitia juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk titik layanan kesehatan, dapur umum, penginapan dan area parkir.

Rangkaian kedatangan muktamirin berlangsung menjelang pembukaan Muktamar pada Kamis (27/8/2026). Panitia mencatat berbagai kebutuhan peserta telah dipersiapkan, termasuk penginapan gratis yang disebut mampu menampung sekitar 3.000 orang.

“Baguna pada dasarnya ingin selalu dekat dengan kerja kemanusiaan. Tetapi khusus di Muktamar ini, kami datang untuk ikut berbahagia dan melayani. Posko kami sederhana, mudah-mudahan ada manfaatnya,” ujar Rudi.

Ia berharap seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU berjalan lancar dan berlangsung dalam suasana teduh. Menurutnya, forum tersebut bukan hanya menjadi ruang permusyawaratan organisasi, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan dan kemaslahatan masyarakat.

“Sugeng rawuh di Jawa Timur, sugeng rawuh di Jombang. Selamat bermuktamar. Monggo mampir ke posko kami. Semoga seluruh muktamirin selalu diberikan kesehatan dan Muktamar membawa keberkahan serta kemaslahatan untuk Indonesia,” pungkas Rudi.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT