Jumat, 30 Oktober 2026
Image Slider

Soekarno Run Banyuwangi Buka Ruang Kesetaraan bagi Terapis Disabilitas Netra

BANYUWANGI, TheJatim.com – Soekarno Run Banyuwangi tak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga membuka ruang bagi penyandang disabilitas netra untuk menunjukkan keahlian profesional. Ribuan pelari dari 26 provinsi mengikuti kegiatan yang berlangsung pada Minggu (20/9/2026) tersebut.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengatakan keterlibatan terapis disabilitas netra menjadi bagian dari komitmen menghadirkan kegiatan olahraga yang inklusif.

“Soekarno Run kami desain bukan hanya sebagai event olahraga, tetapi juga sebagai ruang yang inklusif. Semua orang harus mendapatkan kesempatan untuk terlibat, berkontribusi, dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki,” ujar Deni.

Usai menyelesaikan lomba, para peserta mendapatkan layanan sport massage untuk membantu meredakan ketegangan otot dan memberikan rasa nyaman setelah berlari. Layanan ini menjadi salah satu fasilitas pemulihan yang disediakan panitia bagi para pelari.

Baca Juga:  Kesejahteraan Guru Honorer Disorot DPRD Jatim Usai Video Viral

Tiga terapis disabilitas netra yang terlibat dalam layanan tersebut adalah Mohamad Atim Firdaus, Nurul Imam, dan Nurhadi Windoyo. Mereka memberikan layanan pijat olahraga kepada peserta, sekaligus menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki keahlian yang dapat berkontribusi dalam kegiatan publik.

Deni menegaskan, kondisi fisik tidak seharusnya menjadi ukuran untuk menilai kemampuan seseorang. Menurutnya, kesempatan untuk berkarya perlu dibuka secara setara agar masyarakat dapat melihat kemampuan penyandang disabilitas secara langsung.

“Kami ingin peserta merasakan langsung bahwa teman-teman disabilitas memiliki kemampuan dan keahlian yang luar biasa. Ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kesetaraan dan menghapus stigma bahwa disabilitas adalah keterbatasan untuk berkarya,” katanya.

Apresiasi juga datang dari Fadhillah, peserta Soekarno Run asal Madiun. Ia mengaku terbantu dengan layanan sport massage setelah menyelesaikan lomba, terutama untuk mengurangi rasa pegal pada kaki.

Baca Juga:  P-APBD Jatim 2025 Disepakati, Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Meningkat

“Senang sekali ada layanan sport massage seperti ini. Setelah lari, badan terutama kaki terasa pegal dan capek. Setelah mendapat pijatan, rasanya jauh lebih rileks dan membantu pemulihan. Terima kasih kepada panitia yang sudah menyediakan layanan ini,” kata Fadhillah.

Ia juga mengapresiasi profesionalitas terapis disabilitas netra yang memberikan layanan kepada para pelari. Menurutnya, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa penyandang disabilitas mampu memberikan pelayanan dengan baik.

“Saya juga senang bisa mendapatkan layanan dari teman-teman disabilitas netra. Ternyata mereka sangat profesional dan pijatannya juga enak. Semoga kegiatan seperti ini terus ada di event-event berikutnya,” ujarnya.

Pengalaman serupa dirasakan Ahmad Halim, peserta asal Yogyakarta. Ia mengatakan layanan sport massage membantunya merasa lebih nyaman setelah menempuh jarak lari. Ahmad juga menilai keterlibatan terapis disabilitas netra memberikan makna tersendiri bagi penyelenggaraan Soekarno Run Banyuwangi.

Baca Juga:  Efisiensi Anggaran OPD 2026 Jadi Sorotan Komisi A DPRD Jatim

“Ini bukan sekadar layanan setelah lari, tetapi juga menunjukkan bahwa event ini memberikan kesempatan kepada teman-teman disabilitas untuk berperan dan berkarya. Saya sangat mengapresiasi dan senang bisa menjadi bagian dari kegiatan yang inklusif seperti ini,” katanya.

Deni berharap keterlibatan penyandang disabilitas netra dalam Soekarno Run dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai kesetaraan kesempatan. Ia menilai ruang partisipasi seperti ini penting agar kemampuan seseorang dinilai dari keahlian dan kontribusinya, bukan semata-mata kondisi fisiknya.

“Semua orang harus mendapatkan kesempatan untuk terlibat, berkontribusi, dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Kehadiran teman-teman disabilitas netra sebagai terapis sport massage menunjukkan bahwa inklusivitas itu kami wujudkan secara nyata dalam pelaksanaan event,” pungkas Deni.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT