Thejatim.com, Pasuruan – nggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) kembali menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama komponen masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai upaya masif untuk memperkuat fondasi berbangsa dan bernegara di tengah tantangan era digital dan dinamika sosial modern.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta warga bertempat di Genengwaru, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Senin (16/03/2026).
Menjaga Komitmen Kebangsaan
Dalam pemaparannya, Dr. Anwar Sadad, M.Ag., anggota MPR RI, menegaskan bahwa Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar slogan, melainkan tameng utama dalam menjaga keutuhan bangsa.
”Tantangan bangsa ke depan tidak semakin mudah. Ideologi asing dan polarisasi digital sangat rentan memecah belah kita jika fondasi batin masyarakat tidak kuat. Di sinilah pentingnya kita membumikan kembali 4 Pilar ini dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya dihadapan para peserta.
Materi sosialisasi ditekankan pada empat poin krusial:
1. Pancasila: Sebagai dasar dan ideologi negara.
UUD NRI Tahun 1945: Sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR.
2. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI): Sebagai bentuk final wadah negara.
3. Bhinneka Tunggal Ika: Sebagai semboyan perekat keberagaman bangsa.
Sambutan Positif Warga
Masyarakat yang hadir tampak antusias memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berdiskusi langsung mengenai isu-isu kebangsaan terkini, mulai dari toleransi beragama hingga etika dalam bermedia sosial.
Salah seorang tokoh pemuda yang hadir mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini sangat menyegarkan kembali rasa cinta tanah air. Menurutnya, sosialisasi dengan pendekatan dialogis jauh lebih efektif diterima oleh generasi muda dibanding metode doktrin satu arah.
Acara kemudian ditutup dengan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat yang hadir untuk menjadi agen perubahan (agent of change) dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan persatuan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.


