Jumat, 30 Oktober 2026
Image Slider

Robusta Kalibaru Banyuwangi Dominasi 20 Besar Kontes Kopi Spesialti Indonesia 2026

Thejatim.com, BANYUWANGI – Potensi kopi robusta asal Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali membuktikan kualitasnya di tingkat nasional. Dalam Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) XVIII–2026, robusta Kalibaru menorehkan capaian krusial dengan mendominasi jajaran 20 besar peserta terbaik di kategori Robusta.

KKSI sendiri merupakan ajang uji cita rasa dan kualitas biji kopi mentah (green bean) paling bergengsi di Tanah Air. Kompetisi ini diselenggarakan secara rutin oleh Pranoto Soenarto Foundation bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka).

Pada penyelenggaraan tahun ini, KKSI memperebutkan tiga kategori utama, yakni Robusta, Arabika Washed, dan Arabika Natural. Setelah pendaftaran sampel ditutup pada 25 September 2026, puncak rangkaian acara, yang mencakup cupping test, pameran, public cupping, hingga seminar kopi nasional, dijadwalkan berlangsung pada 14–15 Oktober 2026 di Trade Expo Indonesia, Hall 3 – ICE BSD Tangerang.

Baca Juga:  Lawan Praktik 'Loss of Origin', Petani Kopi Kebonrejo Banyuwangi Bentuk Poktan Bintang Kopi Sejahtera

Panitia mencatat sebanyak 630 sampel green bean masuk dari berbagai daerah di Indonesia. Kategori Robusta menjadi yang paling diminati dengan total 247 peserta dari kalangan petani dan prosesor (processor). Jawa Tengah menjadi penyumbang sampel robusta terbanyak dengan 64 pengirim, disusul Jawa Timur sebanyak 63 pengirim, Sumatra Selatan 34 pengirim, Jawa Barat 22 pengirim, serta belasan daerah lainnya.

Di tengah gempuran ratusan sampel, kopi robusta asal Kalibaru berhasil mencuri perhatian tim juri. Tiga nama petani dan prosesor dari Kalibaru sukses menembus babak 20 besar. Mereka adalah Sukarmin dari Kelompok Tani Bintang Kopi Sejahtera, serta Abd Majid Abdullah Adam mewakili KTH Wono Asri, dan Mustafida Ali dari Poktan Kemiri Jaya Abadi Desa Banyuanyar. Dominasi kawasan Banyuwangi sisi Barat ini kian tebal dengan masuknya dua nama dari kecamatan tetangga, Glenmore, yakni Mattori dan Mohamad Aziz.

Baca Juga:  BillCoffee Nusantara Juara Jogja Coffee Week, Perkuat Daya Tawar Kopi Kalibaru Banyuwangi

Ketua Poktan Bintang Kopi Sejahtera, Sukarmin, mengungkapkan rasa syukur dan optimistisme atas hasil pengujian ini. Menurutnya, masuknya sampel kopi robusta Kalibaru ke babak 20 besar menjadi bukti bahwa konsistensi petani Kalibaru dalam menjaga mutu pascapanen mulai membuahkan hasil.

“Kami berharap ini bisa menjadi momentum untuk membawa nama robusta Kalibaru makin dikenal dan diperhitungkan di tingkat nasional hingga internasional,” ujar Sukarmin, Selasa (13/10/2026).

Senada dengan hal itu, Ahmad Jaelani selaku Ketua KTH Wono Asri sekaligus perwakilan Poktan Kemiri Jaya Abadi Desa Banyuanyar, menekankan pentingnya kolaborasi antarpetani. Pencapaian ini adalah buah dari kerja keras serta komitmen bersama para petani di Desa Banyuanyar dan sekitarnya.

Baca Juga:  BillCoffee Nusantara Ikuti Bursa Wirausaha Unggulan Jatim, Siap Tumbuh Bersama Kementerian UMKM

“Masuknya perwakilan kami di kompetisi KKSI XVIII ini membuktikan bahwa potensi robusta Kalibaru bukan sekadar narasi, melainkan kualitas nyata yang diakui secara profesional oleh para juri,” tegas Ahmad Jaelani.

Keberhasilan meloloskan lima perwakilan dari kawasan Kalibaru dan sekitarnya ke babak penentuan menegaskan posisi Banyuwangi sebagai salah satu sentra robusta unggulan di Indonesia. Menurutnya, keunggulan profil rasa robusta Kalibaru kini bukan lagi sekadar klaim lisan atau narasi lokal, melainkan telah teruji secara objektif di atas meja uji cita rasa kompetisi berstandar nasional.

“Capaian ini diharapkan dapat terus mendorong perbaikan tata kelola pascapanen dan mengangkat nilai tawar kopi robusta Banyuwangi di pasar lokal maupun mancanegara,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT