TheJatim.com – PDI Perjuangan Jawa Timur mulai memetakan tantangan politik menuju Pemilu 2029. Salah satu ancaman yang dinilai paling serius adalah perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang diperkirakan akan mengubah lanskap komunikasi politik secara drastis.
Peringatan tersebut disampaikan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, saat menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kota Kediri di Kantor DPC PDIP Kota Kediri, Jalan Teuku Umar, Minggu (31/5/2026).
Menurut Deni, ruang digital akan menjadi arena pertarungan utama dalam kontestasi politik mendatang. Jika pada Pemilu 2024 media sosial terbukti mampu memengaruhi persepsi publik secara masif, maka pada Pemilu 2029 dampaknya diperkirakan jauh lebih besar karena didukung perkembangan teknologi AI yang semakin canggih.
“Di 2029, pertarungan digital akan jauh lebih dahsyat karena perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan,” tegas Deni.
Fenomena tersebut bukan tanpa alasan. Berbagai riset internasional menunjukkan bahwa teknologi AI kini mampu memproduksi konten teks, gambar, hingga video yang sulit dibedakan dari fakta. Kondisi itu berpotensi meningkatkan penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, hingga perang narasi politik yang berlangsung dalam hitungan detik.
Karena itu, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menginstruksikan seluruh kader untuk lebih aktif mengikuti akun resmi partai, mulai tingkat DPP, DPD, DPC hingga akun para tokoh partai. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseragaman informasi sekaligus memperkuat komunikasi politik berbasis data dan fakta.
Di sisi lain, konsolidasi organisasi juga terus diperkuat. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Kediri, Yoga Pratama Putra, memastikan seluruh proses pelantikan PAC di tiga kecamatan telah selesai dilaksanakan.
Sebanyak 33 pengurus resmi dilantik untuk memperkuat mesin partai di tingkat kecamatan. Menariknya, komposisi kepengurusan kali ini menampilkan wajah yang lebih inklusif. Sekitar 50 persen pengurus berasal dari kalangan perempuan, sementara hampir 40 persen diisi kader muda.
“Harapan saya ke depannya, anak muda dan para senior ini bisa berkolaborasi dengan baik. Yang tua memberikan bimbingan, sementara yang muda menjadi motor penggerak untuk kemajuan PDI Perjuangan ke depan,” kata Yoga.
Kombinasi pengalaman kader senior dan energi generasi muda tersebut dinilai menjadi modal penting menghadapi perubahan perilaku pemilih yang semakin dekat dengan teknologi digital.
Sejumlah survei nasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pemilih muda dan generasi Z menjadi kelompok dominan dalam struktur pemilih Indonesia. Mereka cenderung memperoleh informasi politik melalui media sosial dibandingkan media konvensional.
Usai menuntaskan pembentukan PAC, DPC PDI Perjuangan Kota Kediri akan melanjutkan penataan organisasi hingga tingkat ranting dan anak ranting. Penyusunan kepengurusan di tingkat kelurahan dijadwalkan mulai dilakukan pada Agustus mendatang sebagai bagian dari penguatan struktur partai menjelang agenda politik nasional berikutnya.
Pelantikan PAC se-Kota Kediri turut dihadiri Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana serta Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Pulung Agustanto.
Penguatan struktur hingga akar rumput dan kesiapan menghadapi disrupsi teknologi dinilai menjadi dua pekerjaan besar yang mulai dipersiapkan PDIP Jawa Timur sejak dini untuk menjaga daya saing politik menjelang Pemilu 2029.


