Selasa, 12 Mei 2026
Image Slider

PMII Jatim Dukung KH Asep Saifuddin Chalim Jadi Rais Aam PBNU

TheJatim.com – Bursa calon pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar NU 2026 mulai menghangat. Dukungan terhadap sejumlah tokoh kian terbuka disampaikan berbagai elemen Nahdliyyin, mulai kalangan pesantren, akademisi hingga organisasi kepemudaan.

Salah satu dukungan terbaru datang dari Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur. Ketua PKC PMII Jatim, Akiedo Zawa, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada KH Asep Saifuddin Chalim untuk mengemban amanah sebagai Rais Aam PBNU pada Muktamar NU mendatang.

Menurut Edo, sapaan akrab Akiedo Zawa, NU membutuhkan sosok ulama yang tidak hanya kuat dalam kapasitas keilmuan, tetapi juga memiliki pengalaman nyata membangun kemandirian umat melalui pendidikan dan penguatan sumber daya manusia.

Baca Juga:  Hari Literasi Internasional Khofifah Dorong Budaya Saring Sebelum Sharing

“Kami melihat KH Asep Saifuddin Chalim sebagai ulama dengan rekam jejak panjang dalam pengabdian kepada umat. Beliau konsisten membangun pendidikan pesantren dan mencetak generasi Nahdliyyin yang unggul,” kata Edo di Surabaya, Selasa (12/5/2026).

Nama KH Asep sendiri selama ini dikenal luas di lingkungan pesantren dan warga NU. Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah itu dinilai berhasil membangun ekosistem pendidikan berbasis pesantren modern tanpa meninggalkan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari disrupsi digital hingga persoalan moral generasi muda, PMII Jatim menilai NU membutuhkan figur kepemimpinan yang mampu menjaga tradisi sekaligus membuka ruang kemajuan.

Baca Juga:  Megawati Tekankan Regenerasi Kader Muda Jelang Musancab PDIP Jatim

“NU memerlukan kepemimpinan ulama yang visioner. Sosok yang mampu menjaga tradisi keilmuan Aswaja, tetapi juga mendorong kemajuan umat di bidang pendidikan, ekonomi, dan sumber daya manusia,” ujarnya.

Dukungan terhadap KH Asep juga dinilai tidak lepas dari kiprahnya dalam membangun pendidikan berkualitas di Jawa Timur. Sejumlah lembaga pendidikan di bawah naungan Amanatul Ummah selama beberapa tahun terakhir dikenal mampu mencetak lulusan yang diterima di perguruan tinggi nasional hingga luar negeri.

Bagi PMII Jatim, rekam jejak tersebut menjadi modal penting untuk membawa NU menghadapi tantangan global. Terlebih, organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu saat ini tidak hanya berhadapan dengan isu keumatan, tetapi juga persoalan kebangsaan, toleransi, hingga penguatan ekonomi masyarakat akar rumput.

Baca Juga:  Jalan Pandugo Surabaya Memakan Korban, DPRD Jatim Minta Sinergi Pemerintah

Edo berharap Muktamar NU 2026 nantinya menjadi momentum konsolidasi besar warga Nahdliyyin untuk memperkuat posisi NU sebagai penjaga Islam moderat di Indonesia.

“Kami berharap Muktamar NU melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa NU semakin kuat dalam menjaga tradisi keilmuan, memperjuangkan kemaslahatan umat, dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Dinamika menuju Muktamar NU 2026 diperkirakan masih akan terus berkembang. Sejumlah nama tokoh ulama dan pengasuh pesantren mulai diperbincangkan warga Nahdliyyin sebagai figur potensial penerus kepemimpinan PBNU untuk periode mendatang.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT